Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerta Wredatama Kecamatan Moyo Hulu masa bakti 2026–2031 resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan di Gedung Serbaguna Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu, Sabtu (16/5). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan, disaksikan jajaran pengurus kabupaten, tokoh masyarakat, serta organisasi wanita Kerta Wredatama.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama yang dibawakan para pengurus. Suasana semakin khusyuk saat Ustadz Irwansyah Yusuf melantunkan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Kecamatan Moyo Hulu, Ustadz Hamdan Yakub.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr Muhammad Ikhsan Safitri, bersama jajaran pengurus kabupaten dan sejumlah tokoh masyarakat.
Pembacaan Surat Keputusan kepengurusan dilakukan Sekretaris Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Sri Irianti SPd MPd. Adapun susunan pengurus inti PWRI Kecamatan Moyo Hulu yang dikukuhkan, yakni Ketua Hj Ummi Kalsum, Wakil Ketua, Drs Kamaruddin dan Ahmad Nawawi, Sekretaris, M Zain, serta Bendahara, Hj Mastawan.
Kepengurusan baru tersebut melanjutkan estafet kepemimpinan dari M Tayeb Yakub yang dinilai berhasil meletakkan fondasi organisasi dengan baik selama masa kepemimpinannya.
Dalam sambutannya, Ketua PWRI Kecamatan Moyo Hulu, Hj Ummi Kalsum, memaparkan data pensiunan di wilayah tersebut. Dari total 86 pensiunan, sebanyak 72 orang berada dalam kondisi sehat, 14 orang masuk kategori lansia berisiko kesehatan, 48 orang tercatat aktif dalam organisasi, dan 24 orang atau sekitar 33,3 persen belum aktif.
Ia menegaskan, PWRI harus menjadi wadah pengabdian para pensiunan untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat.
“Tema kami periode ini adalah dengan semangat wredatama, kita tingkatkan peran dan pengabdian untuk kemaslahatan masyarakat Moyo Hulu. Meski sudah pensiun, kami adalah aset pengalaman dan kearifan, bukan beban,” ujar Hj Ummi Kalsum.
Untuk mempermudah koordinasi di 12 desa yang tersebar di wilayah luas, pengurus membagi wilayah kerja ke dalam enam zona. Selain itu, PWRI Moyo Hulu menetapkan tiga komitmen utama organisasi.
Pertama, memperkuat silaturahmi melalui pertemuan rutin bulanan, arisan, kultum, serta pemeriksaan kesehatan berkala di Posyandu Keluarga agar anggota tetap sehat dan aktif.
Kedua, mengembangkan koperasi organisasi yang saat ini telah berkembang dari modal awal Rp3 juta menjadi puluhan juta rupiah dan ditargetkan segera berbadan hukum.
Ketiga, meningkatkan pengabdian sosial dan kemasyarakatan melalui kegiatan pembinaan remaja di sekolah-sekolah seperti MTs dan SMAN bekerja sama dengan Aisyiyah dan BMT. Program tersebut difokuskan pada upaya pencegahan narkoba dan kenakalan remaja sekaligus menjaga nilai integritas aparatur sipil negara.
Di akhir sambutannya, Hj Ummi Kalsum membakar semangat peserta dengan yel-yel organisasi yang disambut antusias hadirin.
Sementara itu, Ketua Umum PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr Muhammad Ikhsan Safitri, mengapresiasi semangat dan kekompakan pengurus PWRI Moyo Hulu yang dinilainya sangat aktif bahkan sebelum resmi dikukuhkan.
“PWRI Moyo Hulu ini luar biasa. Sebelum dikukuhkan pun kegiatannya sudah berjalan aktif dan rutin dipublikasikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dr Ikhsan juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di usia lanjut. Ia mengutip hasil penelitian jurnal kesehatan dunia The Lancet, terkait risiko demensia akibat minimnya aktivitas fisik dan mental.
Menurutnya, para lansia harus tetap aktif dan produktif agar kualitas hidup tetap terjaga. Ia mencontohkan sosok Prof Sungkono yang tetap bugar di usia 90 tahun karena rutin membaca Al-Qur’an setiap pagi.
Dr Ikhsan juga mengutip pesan Tun Dr Mahathir Mohamad, tentang pentingnya terus bergerak dan berkarya di usia senja.
“Hidup ini seperti bersepeda. Jangan pernah berhenti mengayuh. Ketika kita berhenti aktif, penyakit akan mudah datang. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi lingkungannya,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Dr Ikhsan mengaitkan semangat pengabdian PWRI dengan nilai historis masyarakat Tau Samawa yang dikenal memiliki karakter kuat dan menjunjung harga diri.
Ia merujuk pada kajian sejarah Pulau Sumbawa yang menyebut Kesultanan Sumbawa memiliki semangat perlawanan tinggi terhadap penjajahan.
“Semangat Tau Samawa yang menjaga marwah dan harga diri harus terus diwariskan. Saya berharap PWRI Moyo Hulu dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan lantunan shalawat yang dibawakan para pengurus dan peserta dengan penuh khidmat. (Gam)