Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, melalui Dinas Ketahanan Pangan, menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kecamatan. Kegiatan ini dilaksanakan, guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Program tersebut dilaksanakan sebagai langkah intervensi pemerintah daerah, untuk menjaga stabilitas harga pangan. Sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat, ditengah tren kenaikan harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa Barat, Nurul Syaspri Akhdiyanti, mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu upaya strategis pemerintah, dalam mengendalikan inflasi daerah.
“GPM ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mengintervensi pasar dan mencegah inflasi daerah, terutama menjelang hari besar keagamaan saat harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan,” ujarnya, Selasa (19/5).
Menurutnya, program tersebut difokuskan pada komoditas pangan yang mengalami lonjakan harga signifikan di pasaran. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah cabai rawit yang sempat menembus harga Rp100 ribu per kilogram.
Melalui GPM, pemerintah daerah menjual cabai rawit dengan harga lebih terjangkau. Agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa terbebani kenaikan harga.
Selain cabai rawit, komoditas lain yang turut disubsidi dalam program tersebut meliputi minyak goreng kemasan dan gula pasir. Ketiga bahan pokok itu diprioritaskan karena harga jual di tingkat pasar telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam pelaksanaannya, cabai rawit dijual seharga Rp40 ribu per kilogram dengan sistem kemasan ekonomis, yakni seperempat kilogram seharga Rp10 ribu.
Untuk menjaga pemerataan distribusi dan mencegah praktik penimbunan maupun aksi borong, pemerintah daerah memberlakukan pembatasan pembelian bagi setiap warga.
“Setiap masyarakat hanya diperbolehkan membeli maksimal dua paket untuk masing-masing komoditas agar distribusi tetap merata,” jelasnya.
Berbeda dengan program bantuan sosial pada umumnya, GPM terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun pekerjaan.
Menurut Nurul, kenaikan harga pangan tidak hanya berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga dirasakan seluruh kalangan.
“Siapa pun yang datang akan tetap dilayani, termasuk ASN. Karena dampak kenaikan harga pangan dirasakan semua masyarakat,” katanya.
Program Gerakan Pangan Murah dilaksanakan mulai Senin hingga Jumat pekan ini dengan menyasar delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat. Setiap kecamatan disiapkan minimal satu titik pelaksanaan.
Khusus Kecamatan Sekongkang, pemerintah menyediakan dua titik stan pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak tempuh masyarakat yang relatif jauh.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan tersebut, masyarakat dapat menyambut Hari Raya Iduladha dengan lebih tenang, tanpa tekanan lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran. (Gbw)