Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Ratusan jemaah calon haji asal Kabupaten Sumbawa, mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Seluruh jemaah saat ini berada di Makkah dan difokuskan menjaga kondisi kesehatan menjelang wukuf di Arafah yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau 25 Mei 2026.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumbawa, H Ardi Suzami, mengatakan secara umum kondisi jemaah calon haji asal Sumbawa, dalam keadaan sehat dan siap mengikuti rangkaian puncak ibadah haji.
“Alhamdulillah, secara umum kondisi jemaah sehat. Saat ini para jemaah berada di Makkah untuk persiapan puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah,” ujarnya, Selasa (19/5).
Ia menjelaskan, seluruh jemaah terus dipantau oleh tim kesehatan, guna memastikan kondisi fisik tetap stabil menjelang keberangkatan menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah. Dalam hal ini, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin pada pagi dan sore hari.
Menurut Ardi, para jemaah diimbau untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar hotel apabila kondisi tubuh kurang bugar. Hal tersebut penting dilakukan, agar stamina jemaah tetap terjaga saat menjalani rangkaian ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.
“Jemaah diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel. Kami ingin memastikan kondisi mereka benar-benar siap saat menuju Arafah,” katanya.
Meski demikian, sambil menunggu pelaksanaan wukuf, para jemaah tetap menjalankan ibadah harian seperti salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak amalan lainnya. Sebagian jemaah masih menyempatkan diri beribadah di Masjidil Haram. Sementara jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, dianjurkan beribadah di masjid atau musala hotel.
Ardi menegaskan pelayanan terhadap jemaah lanjut usia, risiko tinggi, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji. Tim kesehatan dan petugas kloter terus memberikan perhatian khusus, dengan memantau kondisi mereka secara berkala.
“Jemaah lansia dan risiko tinggi mendapat pelayanan ramah lansia. Kondisi kesehatannya terus dipantau agar tetap aman dan nyaman selama menjalankan ibadah,” jelasnya.
Selain tim kesehatan, ketua regu juga aktif melakukan pemantauan terhadap aktivitas dan kebutuhan para jemaah lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar dan tidak terkendala saat memasuki puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Pada musim haji tahun 2026, jemaah calon haji asal Kabupaten Sumbawa tergabung dalam Kloter 14 dengan total 330 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 181 jemaah laki-laki dan 149 jemaah perempuan.
Jemaah termuda tercatat atas nama Alvin Suryatama yang berusia 24 tahun asal Kecamatan Rhee. Sedangkan jemaah tertua adalah Ibrahim Hamid berusia 87 tahun dari Kecamatan Maronge.
Sebelumnya, seluruh jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Mataram dari Pendopo Bupati Sumbawa, pada 8 Mei 2026 pagi. Para jemaah kemudian bertolak ke Tanah Suci pada 9 Mei 2026 pukul 16.45 Wita. (Gar)