Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa, menemukan adanya indikasi penimbunan minyak goreng oleh oknum pedagang. Hal ini yang diduga menjadi penyebab sempat terjadinya kelangkaan minyak goreng di Kota Sumbawa, beberapa waktu terakhir.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Sumbawa, Ivan Indrajaya, mengungkapkan kelangkaan yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh kenaikan harga, maupun keterbatasan pasokan dari produsen. Melainkan akibat praktik penyetokan dalam jumlah besar oleh pihak tertentu.
“Sebenarnya harganya tidak naik, hanya sempat langka. Setelah kami telusuri, ternyata ada oknum yang menyetok minyak goreng,” ujarnya, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, kelangkaan terutama terjadi pada minyak goreng jenis premium. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kebingungan, mengingat pasokan secara umum dinilai masih mencukupi.
Namun setelah dilakukan penelusuran dan pengecekan lapangan oleh TPID, diketahui bahwa distribusi minyak goreng sebenarnya tetap berjalan. Bahkan, stok kembali tersedia di sejumlah minimarket berjejaring, setelah dilakukan penindakan terhadap oknum yang diduga melakukan penimbunan.
Ivan menegaskan, TPID memiliki kewenangan untuk mengambil langkah tegas, jika ditemukan praktik penimbunan yang mengganggu stabilitas pasokan dan harga di pasaran.
“Kalau terkait distribusi dari produsen, itu di luar kewenangan kami. Tapi kalau ada oknum yang menimbun, tentu bisa kami tindak,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa ketersediaan minyak goreng di Kabupaten Sumbawa saat ini dalam kondisi aman. Kelangkaan yang sempat terjadi, hanya bersifat sementara akibat ulah oknum tertentu.
“Ketersediaan sebenarnya masih aman. Sempat kosong kemarin karena ada yang menyetok, dan itu sudah kami tindak. Bukti-buktinya juga ada,” ujarnya.
Selain faktor penimbunan, TPID juga mencatat adanya kendala distribusi yang turut memengaruhi pasokan di lapangan. Kepadatan di pelabuhan disebut menjadi salah satu penyebab terhambatnya arus barang, tidak hanya minyak goreng tetapi juga komoditas lain.
Sebagai langkah antisipasi, terang Ivan, TPID telah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan serta Bulog Cabang Sumbawa. Hal ini dilakukan, untuk menggelar operasi pasar, khususnya pada komoditas minyak goreng.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan, sekaligus meredam gejolak di tengah masyarakat. Pemerintah daerah juga berencana melakukan sosialisasi, guna mencegah terjadinya panic buying. (Gar)