PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Hipmasbar Desak Polisi Usut Kematian Mahasiswi Jereweh di Mataram

Himpunan Mahasiswa Pelajar Sumbawa Barat-Mataram (Hipmasbar Mataram), mendesak Polresta Mataram segera mengusut tuntas kasus meninggalnya seorang mahasiswi yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Kota Mataram.

E
Penulis Editor
Tanggal 21 May 2026, 10:44 WITA
Hipmasbar Desak Polisi Usut Kematian Mahasiswi Jereweh di Mataram
Ketua Umum Hipmasbar Mataram, Dymas Prayoga

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online 

Himpunan Mahasiswa Pelajar Sumbawa Barat-Mataram (Hipmasbar Mataram), mendesak Polresta Mataram segera mengusut tuntas kasus meninggalnya seorang mahasiswi asal Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Kota Mataram.

Desakan tersebut disampaikan karena hingga kini penyebab pasti kematian korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian. Kondisi itu dinilai memunculkan tanda tanya sekaligus spekulasi di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan keluarga korban.

Ketua Umum Hipmasbar Mataram, Dymas Prayoga, mengatakan lambannya penanganan kasus berpotensi menimbulkan keresahan publik, terkait jaminan keamanan mahasiswa luar daerah yang tengah menempuh pendidikan di Kota Mataram.

“Kami sebagai wadah kekeluargaan mahasiswa Sumbawa Barat di tanah rantau sangat terpukul atas kejadian ini. Kami mendesak Polresta Mataram untuk bergerak cepat dan transparan dalam mengusut kasus tersebut,” ujar Dymas, Selasa (19/5).

Menurutnya, keterlambatan pengungkapan kasus dapat memunculkan persepsi negatif mengenai situasi keamanan di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah.

“Jangan sampai kelambatan ini memunculkan narasi bahwa Kota Mataram sudah tidak aman lagi bagi mahasiswa dari luar daerah,” tegasnya.

Dymas menilai kejelasan hukum dalam kasus tersebut sangat dinantikan, tidak hanya oleh rekan-rekan mahasiswa, tetapi juga para orang tua yang mempercayakan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di Kota Mataram.

Ia khawatir apabila kasus itu dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian, akan muncul ketakutan dan kecemasan di kalangan keluarga mahasiswa di daerah asal.

“Langkah tegas dari kepolisian sangat penting agar tidak terjadi keresahan dan ketakutan mendalam bagi para orang tua di daerah mengenai nasib serta jaminan keamanan anak-anak mereka yang sedang berkuliah di Mataram,” katanya.

Sebagai organisasi paguyuban yang menaungi ratusan mahasiswa dan pelajar asal Kabupaten Sumbawa Barat di Kota Mataram, Hipmasbar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan kasus hingga tuntas.

Menurut Dymas, sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi, dalam memastikan seluruh mahasiswa asal Sumbawa Barat mendapatkan rasa aman selama menjalani pendidikan di perantauan.

“Ini adalah tanggung jawab moral kami sebagai organisasi untuk memastikan setiap anggota kami mendapatkan perlindungan dan rasa aman selama berada di tanah perantauan,” pungkasnya. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: