Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tengah memacu peningkatan standar pelayanan dan kelengkapan fasilitas. Langkah strategis ini diambil, sebagai upaya nyata untuk meraih status akreditasi nasional pada awal tahun 2027 mendatang.
Kepala Dinas Arpus KSB, Erna Idawati, mengungkapkan bahwa minat baca masyarakat menunjukkan tren positif yang sangat menggembirakan. Jumlah kunjungan tercatat melonjak drastis, hingga diatas 100 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh optimalisasi sarana penunjang kenyamanan gedung, melalui alokasi APBD 2025.
"Lonjakan pengunjung sangat signifikan seiring terpenuhinya sarana prasarana, mulai dari pemasangan pendingin ruangan (AC), gorden, hingga penambahan koleksi buku dan alat permainan edukatif. Bahkan, mahasiswa dari Universitas Cordova kini kerap meminta jadwal perkuliahan dilaksanakan di perpustakaan kami," ujar Erna saat dikonfirmasi, Rabu (1/4).
Meski fasilitas dalam gedung telah memadai, Erna mengakui bahwa pemenuhan infrastruktur luar ruang masih menjadi tantangan utama dalam memenuhi syarat akreditasi. Salah satu titik krusial, adalah ketersediaan lahan parkir yang representatif dan berpeneduh.
"Salah satu persyaratan akreditasi yang belum terpenuhi adalah fasilitas parkir. Saat ini pengunjung masih mengeluhkan area parkir yang panas. Namun, kami telah mengusulkan perencanaan Detailed Engineering Design (DED) dalam anggaran perubahan tahun ini," tambahnya.
Dukungan untuk memenuhi standar akreditasi juga datang dari DPRD KSB. Melalui Panitia Khusus (Pansus) dalam rapat dengar pendapat, legislatif mendorong pengadaan alat podcast sebagai bentuk akselerasi inovasi layanan perpustakaan modern.
Terkait pengadaan buku baru yang telah dilakukan pada tahun anggaran sebelumnya, pihak Dinas Arpus menjelaskan bahwa buku-buku tersebut belum dapat dipajang di rak layanan. Hal ini disebabkan oleh prosedur administratif berupa penginputan sistem aplikasi, serta proses pemeriksaan wajib oleh Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Kami harus menunggu proses pemeriksaan selesai. Setelah ada lampu hijau dari BPK dan Inspektorat, barulah koleksi tersebut kami tata di rak dan diluncurkan secara resmi untuk publik," jelas Erna.
Di sisi lain, Dinas Arpus KSB mulai bertransformasi ke arah digital. Inovasi peminjaman buku secara daring (online) mendapatkan respons luar biasa, dengan peningkatan partisipasi mencapai 200 persen. Kedepan, sesuai arahan Bupati Sumbawa Barat, dinas berencana mengembangkan layanan pesan antar buku.
Walau saat ini terkendala ketersediaan kendaraan operasional khusus, Dinas Arpus tetap mengoptimalkan unit Perpustakaan Keliling yang sudah ada. Untuk menjangkau sekolah-sekolah, serta membuka lapak baca pada momen Car Free Day.
Guna memastikan akses literasi menyentuh generasi muda, Dinas Arpus juga menjalin sinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB. Program kunjungan siswa secara berkala menggunakan bus sekolah telah diinisiasi, untuk mempermudah mobilisasi pelajar menuju gedung perpustakaan.
"Kami yakin, dengan kunjungan rutin dan kemudahan akses ke perpustakaan, tingkat literasi siswa di Sumbawa Barat akan meningkat secara perlahan namun pasti," pungkasnya. (Gbw)