PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Wariskan Mata Air, Komitmen Jaga DAS Moyo

Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Forum PSDAT menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui Workshop Rencana Aksi Daerah Aliran Sungai (DAS) Moyo

E
Penulis Editor
Tanggal 04 Apr 2026, 10:49 WITA
Wariskan Mata Air, Komitmen Jaga DAS Moyo
Ilustrasi: Wariskan Mata Air, Komitmen Jaga DAS Moyo

Moyo Utara, GaungNUSRA Online

Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Forum PSDAT menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air melalui Workshop Rencana Aksi Daerah Aliran Sungai (DAS) Moyo yang digelar di Kecamatan Moyo Utara, Selasa (31/3).

Pesan kuat sekaligus reflektif mengemuka pada penutupan kegiatan. “Jika kita laksanakan rencana ini dengan sungguh-sungguh, kita sedang mewariskan mata air, bukan air mata, bagi generasi anak cucu kita di masa datang,” ujar Yuni Ilmiati Kurnia SSTP MSi, saat menyampaikan closing statement dalam diskusi kelompok.

Pernyataan tersebut merangkum semangat Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan), sebuah inisiatif yang difokuskan pada upaya menjaga ketersediaan sumber daya air dan kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang di Kabupaten Sumbawa.

Workshop ini melibatkan perwakilan masyarakat dari tiga desa strategis di sepanjang DAS Moyo, yakni Desa Sebewe, Desa Penyaring, dan Desa Barutahan. Ketiganya merupakan bagian dari 22 desa dampingan Program CERAH yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan dipandu oleh tim fasilitator yang terdiri dari Yuni Ilmiati Kurnia, bersama koordinator, Wahyu Indrajaya ST MMInov, serta didukung tim teknis Yuni Linda Handayani dari Bapperida dan Samsul Rizal dari Dinas Kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, workshop tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan juga ruang perumusan langkah konkret yang selaras dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa. Program ini mendukung visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari yang menjadi prioritas kepemimpinan Jarot–Ansori.

“Aspek utama dalam penyusunan rencana aksi ini meliputi pengelolaan lahan, ketahanan air, hingga pemberdayaan masyarakat. Usulan program yang dirumuskan akan diintegrasikan ke dalam APBD maupun APBDes, dengan dukungan Plan Indonesia serta para pemangku kepentingan lainnya,” jelas Yuni Ilmiati Kurnia.

Sebelum menyusun rencana aksi, peserta diajak menelusuri kondisi wilayah secara historis dengan membandingkan potensi sumber daya air di masa lalu dan kondisi saat ini. Mereka juga mengidentifikasi berbagai kerentanan lingkungan serta menilai kekuatan kelembagaan di tingkat desa.

Dari dinamika diskusi, terungkap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem. Pengelolaan DAS secara berkelanjutan dinilai memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari pemeliharaan infrastruktur hingga penerapan pola tanam yang ramah lingkungan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Moyo Utara, Awaluddin Safari SH, yang menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dan bijak dalam pengelolaan air dan lahan.

Turut hadir Ketua TP PKK serta Ketua Tim Posyandu Kecamatan Moyo Utara, yang menunjukkan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi perhatian bersama, mulai dari tingkat masyarakat hingga pemangku kebijakan.

Dengan tersusunnya rencana aksi DAS Moyo, diharapkan koordinasi lintas sektor dalam pemantauan serta pemeliharaan sumber mata air dapat berjalan lebih efektif sesuai fungsi dan kewenangan masing-masing. Upaya ini menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di Tana Samawa. (Gam)

Bagikan Berita Ini: