Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Universitas Samawa (UNSA) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, melalui percepatan jenjang karier akademik dosen. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar Workshop Pengusulan Jabatan Akademik Dosen (JAD) Tahun 2026 bertema Strategi Pemenuhan Persyaratan dan Optimalisasi Pengusulan JAD Berdasarkan Regulasi Terbaru di Auditorium UNSA, Selasa (4/8).
Kegiatan ini diikuti 92 dosen dari berbagai jenjang jabatan akademik. Sebanyak 67 dosen mempersiapkan pengusulan menuju Lektor Kepala, 15 dosen menuju Lektor, dan 10 dosen menuju Asisten Ahli. Workshop menghadirkan Prof H Iwan Jazadi, sebagai narasumber yang memberikan pendampingan terkait strategi pemenuhan persyaratan serta optimalisasi proses pengusulan jabatan akademik sesuai regulasi terbaru.
Mewakili Rektor UNSA, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr Ir Sudirman SPt MSi IPM, menegaskan bahwa kenaikan jabatan akademik dosen tidak hanya menjadi capaian individu, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan daya saing institusi.
Menurutnya, semakin banyak dosen yang berhasil meraih jenjang akademik lebih tinggi, khususnya Lektor Kepala dan Guru Besar, semakin besar pula kontribusinya terhadap penguatan kualitas akademik universitas. Kondisi tersebut akan berdampak pada peningkatan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), penguatan akreditasi, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap UNSA.
Ia menambahkan, peningkatan jabatan akademik juga membawa manfaat langsung bagi pengembangan karier dosen. Selain meningkatkan profesionalisme, jabatan akademik yang lebih tinggi membuka peluang lebih luas dalam penelitian, publikasi ilmiah, kerja sama akademik, hingga peningkatan kesejahteraan melalui berbagai kesempatan profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam sesi materi, Prof Iwan Jazadi memberikan penguatan mengenai regulasi terbaru pengusulan Jabatan Akademik Dosen, optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER), serta strategi penyusunan dokumen dan bukti kinerja tridarma perguruan tinggi sebagai komponen utama dalam proses pengajuan jabatan akademik.
Melalui workshop tersebut, para peserta juga dibekali pemahaman teknis mengenai penyusunan portofolio akademik yang sesuai dengan ketentuan terbaru, sehingga diharapkan dapat meminimalkan kendala administratif maupun substantif dalam proses pengusulan JAD.
Wakil Rektor I Bidang Akademik menegaskan bahwa peningkatan jabatan akademik harus menjadi gerakan bersama seluruh sivitas akademika. "Kenaikan jabatan akademik dosen harus menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya. (Gam)