Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Rencana pengembangan tambang tembaga dan emas Blok Elang oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dinilai membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, menyebut rencana investasi pada masa konstruksi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp80 triliun itu, dapat menjadi penggerak baru bagi perekonomian daerah.
Abdul Rafiq menyampaikan pandangan tersebut setelah mengikuti Konsultasi Publik Rencana Kegiatan Pertambangan dan Fasilitas Pendukung Blok Elang yang mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (22/9).
Menurut Rafiq, investasi berskala besar tersebut hadir ketika pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal dan keterbatasan ruang keuangan. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan mengawal rencana investasi tersebut agar memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
"Harapan kita bersama, dengan beroperasinya Blok Elang ke depan, pertumbuhan ekonomi Sumbawa semakin meningkat, lapangan kerja semakin terbuka, UMKM dan pengusaha lokal semakin berkembang, serta kesejahteraan masyarakat dapat kita tingkatkan," ujar Rafiq.
Ia menilai nilai investasi yang besar akan menciptakan aktivitas ekonomi selama masa konstruksi. Berbagai kebutuhan proyek dapat membuka peluang bagi tenaga kerja, pelaku usaha, penyedia jasa, hingga UMKM di daerah.
Rafiq meminta pemerintah daerah dan masyarakat menyiapkan diri. Agar peluang tersebut tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar, maupun pelaku usaha dari luar daerah.
Menurutnya, masyarakat lokal perlu mendapatkan akses terhadap peluang kerja dan kegiatan ekonomi yang muncul dari proyek Blok Elang. Pemerintah juga perlu memastikan pelaku usaha lokal memiliki ruang untuk masuk dalam rantai pasok proyek.
Abdul Rafiq menekankan pentingnya mengawal potensi investasi sekitar Rp80 triliun tersebut sejak tahap konstruksi. Ia menyebut proyek berskala besar dapat menciptakan efek ekonomi berantai apabila pemerintah, perusahaan, dan masyarakat mampu membangun pola kerja sama yang tepat.
Ia melihat aktivitas konstruksi akan meningkatkan kebutuhan terhadap berbagai sektor pendukung. Kebutuhan tenaga kerja, transportasi, akomodasi, makanan, material, jasa konstruksi, hingga usaha mikro dan kecil berpotensi ikut bergerak.
"Di tengah kondisi fiskal daerah yang cukup sulit, investasi seperti ini tentu sangat kita harapkan. Selain mendorong aktivitas ekonomi dan membuka lapangan kerja, kita juga berharap ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya.
Rafiq juga menyoroti potensi penerimaan daerah dari aktivitas pertambangan dalam jangka panjang. Ia meminta pemerintah memastikan seluruh hak daerah yang muncul dari kegiatan pertambangan, berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain penerimaan daerah, ia mendorong pemerintah menyiapkan kebijakan yang dapat memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal. Pemerintah, menurutnya, perlu memetakan sektor-sektor usaha yang dapat berkembang seiring masuknya investasi Blok Elang.
Abdul Rafiq menegaskan kehadiran korporasi besar tidak boleh mengabaikan hak dan kepentingan masyarakat. Ia meminta perusahaan dan pemerintah membuka ruang dialog yang transparan dengan warga selama proses pengembangan proyek berlangsung.
Ia juga meminta konsultasi publik tidak berhenti sebagai forum penyampaian informasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menyerap aspirasi masyarakat, mencatat berbagai kekhawatiran warga, serta menjadi ruang untuk membahas potensi dampak kegiatan pertambangan.
"Kita ingin investasi ini berjalan dengan baik. Tentu, aspirasi masyarakat perlu didengar, aspek lingkungan harus diperhatikan, dan kesempatan bagi tenaga kerja serta pelaku usaha lokal perlu terus dibuka. Dengan komunikasi dan kerja sama yang baik, berbagai tantangan dapat dicarikan solusi bersama," tegasnya.
Ia meminta aspek lingkungan menjadi perhatian penting dalam setiap tahapan pengembangan Blok Elang. Pemerintah dan perusahaan perlu memastikan rencana kegiatan pertambangan berjalan dengan memperhatikan ketentuan lingkungan serta kepentingan masyarakat di wilayah terdampak.
Di sisi lain, Abdul Rafiq mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal. Ia menilai pemerintah bersama perusahaan dapat mempersiapkan program pelatihan sesuai kebutuhan pekerjaan yang akan muncul selama tahap konstruksi maupun operasional tambang.
Langkah tersebut, kata dia, akan memperbesar peluang masyarakat Sumbawa mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tersedia dalam proyek.
Abdul Rafiq juga meminta pelaku UMKM dan pengusaha lokal mulai mempersiapkan diri menghadapi peluang ekonomi yang muncul. Menurutnya, pelaku usaha perlu meningkatkan kapasitas dan memenuhi standar yang dibutuhkan perusahaan agar dapat masuk dalam rantai pengadaan barang dan jasa.
"Kita ingin investasi ini berjalan dengan baik. Tentu, aspirasi masyarakat perlu didengar, aspek lingkungan harus diperhatikan, dan kesempatan bagi tenaga kerja serta pelaku usaha lokal perlu terus dibuka," ujarnya.
Dalam forum konsultasi publik tersebut, rencana pengembangan Blok Elang menjadi salah satu perhatian karena proyek pertambangan itu mencakup wilayah Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Abdul Rafiq meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga komunikasi selama proses pengembangan proyek berlangsung. Ia juga mendorong masyarakat menyampaikan aspirasi secara terbuka melalui mekanisme yang tersedia dalam tahapan penyusunan dan pembahasan AMDAL.
"Ini adalah harapan dan peluang besar bagi Sumbawa. Mari kita jaga bersama, kita kawal dengan semangat kebersamaan, agar kehadiran Blok Elang nantinya menjadi bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Sumbawa yang semakin maju dan masyarakat yang semakin sejahtera," pungkas Abdul Rafiq. (Gam)