Taliwang, GaungNUSRA
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus memperkuat kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan pembelajaran bagi 300 guru dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dikbud KSB menggandeng Yayasan Adhi Luhung untuk memberikan pembekalan kepada para guru dengan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif. Pelatihan tersebut menyasar peningkatan kemampuan guru dalam menyampaikan materi sekaligus membangun suasana belajar yang lebih aktif di ruang kelas.
Dikbud membagi 300 peserta ke dalam tiga gelombang untuk menjaga efektivitas pelatihan. Setiap gelombang mengikuti pelatihan selama tiga hari dengan jumlah peserta sebanyak 100 tenaga pendidik.
Pembagian tersebut memungkinkan instruktur memberikan materi dan pendampingan secara lebih intensif. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan mempraktikkan langsung metode pembelajaran yang diperkenalkan selama pelatihan.
Dikbud KSB menyusun tiga materi utama dalam kegiatan tersebut. Ketiga materi itu meliputi Joyful Learning, Math Smart, dan Smart Teaching.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dikbud KSB, Abdul Muiz SPd MMInov, mengatakan para guru menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti pelatihan. Ia menyebut peserta aktif merespons materi yang diberikan instruktur.
Menurut Abdul Muiz, pelatihan tersebut juga membuka ruang bagi guru untuk mengevaluasi metode pembelajaran yang selama ini mereka gunakan di sekolah.
“Dari respons seluruh peserta, alhamdulillah semua menginginkan ada pelatihan lanjutan,” ujar Abdul Muiz, Selasa (22/9).
Ia mengatakan para guru membutuhkan pembaruan metode pembelajaran agar mampu menghadapi kebutuhan siswa yang terus berkembang. Materi yang diberikan dalam pelatihan juga mendorong guru mencari cara baru untuk membuat proses belajar lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
Abdul Muiz menilai metode pembelajaran yang menyenangkan dapat membantu guru membangun interaksi yang lebih baik dengan siswa. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Para guru langsung mempraktikkan metode yang mereka pelajari ketika kembali ke sekolah masing-masing.
Abdul Muiz mengatakan penerapan metode baru tersebut mendapat respons positif dari siswa. Guru dapat langsung melihat perubahan suasana belajar setelah menggunakan pendekatan yang diperoleh selama pelatihan.
“Jadi langsung bisa diterapkan hari itu juga setelah selesai pelatihan,” katanya.
Menurut Abdul Muiz, kemampuan menerapkan metode secara langsung menjadi salah satu keunggulan pelatihan tersebut. Guru tidak perlu menunggu program lanjutan untuk mencoba materi yang mereka dapatkan.
Guru juga memperoleh kesempatan mengevaluasi proses pembelajaran yang selama ini mereka jalankan. Melalui evaluasi tersebut, para pendidik dapat mengidentifikasi bagian-bagian pembelajaran yang masih perlu diperbaiki.
“Setelah pelatihan ini, para guru tahu bahwa teknik mengajar sebelumnya masih terdapat kekurangan,” ujar Muiz.
Ia menilai kesadaran tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi guru. Guru dapat memperbaiki cara menyampaikan materi, membangun interaksi dengan siswa, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakter peserta didik.
Dikbud KSB kemudian mendorong para peserta membagikan pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh kepada guru lain di sekolah masing-masing. Dengan cara itu, materi pelatihan dapat diterapkan lebih luas dan tidak hanya berhenti pada 300 peserta.
Dikbud KSB juga menyiapkan pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru secara berkala untuk memperkuat kualitas proses pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan. (Gbw)