PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Sumbawa Produktif Dorong Wisata Kerakyatan KSB

Komunitas Sumbawa Produktif membawa komunitas Aussie Banget Corner (ABC) Universitas Mataram (Unram) dan sejumlah mahasiswa asal Australia, mengeksplorasi potensi wisata dan budaya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (22/9).

E
Penulis Editor
Tanggal 23 Sep 2026, 12:45 WITA
 Sumbawa Produktif Dorong Wisata Kerakyatan KSB
Gaet Mahasiswa Australia ABC Unram, Sumbawa Produktif & Pemkab KSB Dorong Pengembangan Wisata Kerakyatan dan Budaya Lokal

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Komunitas Sumbawa Produktif membawa komunitas Aussie Banget Corner (ABC) Universitas Mataram (Unram) dan sejumlah mahasiswa asal Australia, mengeksplorasi potensi wisata dan budaya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Selasa (22/9).

Program bertajuk Eksplorasi Wisata Sumbawa Barat itu menjadi ruang bagi para peserta untuk melihat langsung kekayaan alam, seni, tradisi, dan kerajinan masyarakat setempat. Komunitas Sumbawa Produktif juga mendorong peserta mengenal konsep wisata kerakyatan yang mulai dikembangkan di KSB.

Rombongan mengunjungi sejumlah lokasi dan menyaksikan langsung berbagai aktivitas budaya masyarakat. Mereka antara lain mengenal tradisi Barapan Kerbau serta kerajinan tenun khas Sumbawa Barat.

Kunjungan tersebut menarik perhatian mahasiswa asal Australia yang tergabung dalam ABC Unram. Mereka tidak hanya menikmati panorama alam KSB, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat dan melihat langsung kekayaan budaya daerah.

Salah seorang mahasiswa Unram asal Australia, Freya, mengaku antusias mengikuti rangkaian eksplorasi tersebut. Ia tertarik mempelajari kebudayaan lokal sekaligus menikmati panorama pesisir KSB.

Peserta lainnya, Ucup, yang juga anggota ABC dan mahasiswa Unram, mengaku terkesan dengan perjalanan mereka selama berada di KSB. Ia menilai bentang alam yang mereka lewati menawarkan pengalaman berbeda, terutama ketika menyaksikan tradisi Barapan Kerbau.

Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan berdiskusi bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB. Kepala Disparpora KSB, H Nurdin Rahman menyambut langsung kedatangan rombongan dan menjamu mereka dengan kuliner khas Sumbawa, Palopo.

Nurdin juga membuka ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan pandangan dan masukan mengenai pengembangan sektor pariwisata KSB.

Dalam forum tersebut, Pembina ABC sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unram, Nur Aida, menyampaikan gagasan mengenai pengelolaan lingkungan sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata.

Ia memaparkan konsep pemilahan sampah organik dan nonorganik yang diterapkan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Mataram. Pengelolaan sampah organik dapat memanfaatkan maggot, sedangkan sampah nonorganik dapat diolah menjadi paving block.

Nur Aida mengaitkan pengelolaan lingkungan tersebut dengan pengembangan wisata kerakyatan yang berkelanjutan. Menurut dia, masyarakat perlu memperoleh ruang yang kuat dalam pengembangan pariwisata sekaligus menjaga lingkungan di kawasan wisata.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan pelaku pariwisata agar menyiapkan tata kelola secara matang ketika membuka ruang investasi. Pengembangan investasi, kata dia, perlu tetap menjaga nilai budaya lokal dan tidak meminggirkan masyarakat sekitar.

Setelah berdiskusi di kantor Disparpora KSB, rombongan melanjutkan agenda dengan melakukan audiensi bersama Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah.

Bupati menyambut apresiasi gerakan Komunitas Sumbawa Produktif yang memperkenalkan potensi daerah melalui keterlibatan generasi muda. Ia juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Menurut Bupati, KSB selama ini lebih dikenal sebagai daerah pertambangan. Namun, pemerintah daerah melihat sektor pariwisata memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

"Walaupun KSB ini status nasionalnya pertambangan, tapi kami Pemda KSB melihat ada potensi pariwisata. Ada dua jenis pariwisata, yakni investasi dan kerakyatan. Pariwisata berbasis kerakyatan ini yang sedang mulai dibangun," ujar Bupati.

Ia mengatakan pemerintah daerah juga telah mempelajari sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di TPST Sandubaya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan pengelolaan lingkungan yang mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Ketua Komunitas Sumbawa Produktif, Malikulquddus mengatakan program Eksplorasi Wisata Sumbawa Barat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi wisata KSB kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia menyebut, keterlibatan mahasiswa Australia memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi potensi daerah. Para peserta dapat mengenal secara langsung budaya, tradisi, serta kehidupan masyarakat KSB selama mengikuti rangkaian kegiatan.

"Kami mempertemukan teman-teman ke Dinas Pariwisata guna melakukan diskusi terkait wisata, budaya, dan tradisi Sumbawa Barat. Kami juga sangat berterima kasih kepada Pemda Sumbawa Barat karena telah memfasilitasi kegiatan ini," kata Malik.

Malik berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi lanjutan antara komunitas, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata KSB.

Sementara itu, Kepala Disparpora KSB, H Nurdin Rahman menyambut positif berbagai masukan yang disampaikan peserta selama kegiatan. Ia berharap para peserta dapat membawa pengalaman selama berada di KSB dan memperkenalkannya kepada lingkungan masing-masing.

"Kami berharap teman-teman bisa membagikan pengalaman selama di KSB pas pulang nanti dan juga kami harap teman-teman bisa kembali lagi ke sini," kata Nurdin. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: