Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menggelar roadshow pembinaan kelompok Dasawisma di Pulau Sumbawa. Kegiatan perdana berlangsung di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Senin (12/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan bimbingan, pelatihan, dan penguatan kepada para kader Dasawisma sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi kelompok tersebut sebagai ujung tombak pelaksanaan program PKK di tingkat keluarga.
Dasawisma merupakan fondasi gerakan PKK karena berhubungan langsung dengan unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Data yang dihimpun kader Dasawisma menjadi salah satu basis informasi penting untuk mendukung pelaksanaan program PKK dan pembangunan di tingkat desa maupun kelurahan, sekaligus memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran.
“Pemerintah tidak bisa bergerak optimal tanpa data yang akurat. Masalah di setiap desa, bahkan setiap rumah tangga, berbeda-beda. Ada yang membutuhkan penanganan stunting, edukasi pola makan, atau akses air bersih. Melalui pendataan Dasawisma, pemerintah bisa memberikan intervensi yang tepat sasaran,” ujar Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal, dalam arahannya di Ruang Kenawa, Kantor Bupati Sumbawa Barat.
Sinta menegaskan bahwa data yang bersumber dari Dasawisma memiliki nilai penting karena dihimpun langsung oleh kader melalui kunjungan ke rumah-rumah warga. Dengan cara tersebut, kader dapat melihat kondisi nyata keluarga sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di lingkungannya.
Ia juga mengapresiasi terbentuknya 1.120 kelompok Dasawisma yang telah memiliki surat keputusan (SK) di Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, ia mengingatkan agar kelompok-kelompok tersebut tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga aktif menjalankan fungsinya.
“Pekerjaan rumah kita sekarang adalah mengaktifkan kembali Dasawisma yang sudah memiliki SK,” katanya.
Sinta juga menyoroti tantangan kader Dasawisma dalam menghadapi perubahan karakteristik keluarga, khususnya generasi muda yang semakin memperhatikan privasi dan memiliki aktivitas digital yang tinggi.
“Tantangan kader sekarang tidak sama seperti dulu. Kita berhadapan dengan keluarga Gen Z yang sensitif terhadap privasi dan sibuk dengan TikTok. Yang bisa menembus itu hanya kasih sayang kader,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa Barat, Uswatun Hasanah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melantik dan menerbitkan SK bagi 1.120 kelompok Dasawisma yang tersebar di delapan kecamatan.
Ia menjelaskan, seluruh program kerja TP PKK KSB dari Pokja I hingga Pokja IV telah diintegrasikan dengan kegiatan Dasawisma.
Pokja I menjalankan program penguatan karakter keluarga, gotong royong, serta lomba pidato tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan ketua TP PKK desa dan kelurahan serta kader Dasawisma.
Pokja II berfokus pada peningkatan pendidikan dan keterampilan keluarga, Bina Keluarga Balita (BKB), penguatan literasi, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Pokja III melaksanakan Gerakan Gemar Menanam (GGM) melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Program ini mendorong pemanfaatan pekarangan untuk mendukung pola hidup produktif, hemat, dan sehat.
Adapun Pokja IV berfokus pada penguatan posyandu, peningkatan kesehatan keluarga, serta penanganan stunting secara terpadu.
Melalui pembinaan tersebut, TP PKK NTB berharap kelompok Dasawisma semakin aktif dalam pendataan keluarga dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga di seluruh wilayah Pulau Sumbawa. (Gad/Hms)