Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH, mendorong generasi muda untuk bersikap kritis, peka terhadap persoalan daerah, serta menghadirkan gagasan berbasis kajian ilmiah dan solusi nyata bagi pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Zulfikar saat menerima audiensi mahasiswa dan pengurus Forum Ilmiah Remaja Sumbawa (FIRS) di Gedung DPRD Kabupaten Sumbawa, Rabu (14/10).
Dalam pertemuan tersebut, Zulfikar menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan pengurus FIRS. Menurutnya, pemuda dan kalangan intelektual muda memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan serta memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan daerah.
Dorong Pemuda Peka terhadap Isu Daerah
Zulfikar meminta mahasiswa untuk mampu melihat peluang sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Sebagai mahasiswa, harus ada rasa kegelisahan terhadap kondisi daerah. Saran saya, ketika forum ini berdiskusi, bahaslah isu-isu strategis yang menghasilkan output yang jelas, apa yang belum atau tidak bisa dijangkau oleh pemerintah. Di situlah ruang gagasan pemuda dibutuhkan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kesiapan sumber daya manusia lokal menghadapi pertumbuhan industri pertambangan di kawasan regional. Menurutnya, mahasiswa perlu meningkatkan kapasitas diri sekaligus memberikan pemikiran agar masyarakat Sumbawa mampu mengambil peran dalam perkembangan sektor tersebut.
Selain itu, FIRS diharapkan aktif mengkaji kebijakan pemerintah daerah dan menyampaikan masukan konstruktif sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan program pembangunan.
Zulfikar, yang akrab disapa Ikang, turut mengingatkan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba serta berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan hidup, sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari.
DPRD Terbuka terhadap Gagasan Akademis
Lebih lanjut, Zulfikar menegaskan bahwa organisasi merupakan ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk belajar, mengembangkan kapasitas, serta mengasah kemampuan berpikir kritis.
Sebagai forum ilmiah, FIRS diharapkan mampu menghasilkan gagasan yang didukung data, kajian rasional, dan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk menjawab persoalan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa DPRD Kabupaten Sumbawa terbuka terhadap masukan dari kalangan akademisi dan intelektual muda. Dalam penyusunan peraturan daerah (Perda), DPRD melibatkan akademisi dan tenaga ahli guna meningkatkan kualitas produk hukum serta memastikan kebijakan yang dihasilkan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal penguatan komunikasi antara DPRD dan generasi muda, sekaligus membuka ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk berkontribusi melalui pemikiran ilmiah, kritis, dan solutif bagi kemajuan Kabupaten Sumbawa. (Gam)