PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Bergulir

Turnamen bola voli kerakyatan Soekarno Volley Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan Voli Indoor Desa Ngeru Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (19/6).

E
Penulis Editor
Tanggal 22 Jun 2026, 10:55 WITA
Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Bergulir
Ilustrasi: Soekarno Volley Cup 2026 Resmi Bergulir

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online 

Turnamen bola voli kerakyatan Soekarno Volley Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan Voli Indoor Desa Ngeru Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (19/6). Mengusung tema “Satukan Tekad Menangkan Rakyat”, ajang tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga diharapkan menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial dari daerah.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah petinggi DPP PDI Perjuangan, pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan, anggota DPR RI, anggota DPRD DKI Jakarta, anggota DPRD Provinsi NTB, serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa. Pembukaan ditandai dengan servis pertama yang dilakukan secara simbolis oleh jajaran DPP PDI Perjuangan.

Kehadiran para tokoh politik nasional dan daerah menjadikan pembukaan Soekarno Volley Cup 2026 sebagai salah satu kegiatan olahraga terbesar yang digelar di Kabupaten Sumbawa tahun ini.

Kepala Desa Ngeru, Khaeruddin, mengaku bangga karena desanya dipercaya menjadi lokasi pembukaan turnamen. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi catatan penting dalam sejarah Desa Ngeru karena untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah kegiatan olahraga kerakyatan berskala besar yang melibatkan tokoh-tokoh nasional.

“Ini menjadi sejarah bagi Desa Ngeru. Tanpa dukungan semua pihak, tentu hari ini tidak akan kita saksikan bersama. Kami bangga desa kami menjadi tuan rumah kegiatan besar ini,” ujar Khaeruddin.

Ia mengatakan, masyarakat Desa Ngeru menyambut antusias pelaksanaan turnamen tersebut. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan itu juga menjadi hiburan rakyat yang digelar setelah musim panen sekaligus momentum memperkuat kebersamaan warga.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq SH MSi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Soekarno Volley Cup merupakan hasil kolaborasi seluruh struktur partai, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.

Menurutnya, turnamen tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang diperingati setiap Juni. Kedua, menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah pada level yang lebih tinggi.

“Bung Karno bukan hanya milik PDI Perjuangan, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia. Karena itu, momentum Bulan Bung Karno harus menjadi ruang untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangannya,” kata Abdul Rafiq.

Ia menambahkan, Soekarno Volley Cup dirancang sebagai kompetisi berjenjang yang akan mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai zona pada babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Sumbawa.

Menurut Rafiq, kompetisi tersebut diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang konsisten melahirkan atlet-atlet voli potensial dari Pulau Sumbawa.

“Manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya karena di dalamnya terdapat nilai sejarah sekaligus nilai prestasi,” pesannya kepada para atlet peserta turnamen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPP PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, yang hadir langsung memimpin rombongan dari pusat. Kehadiran para legislator nasional dan daerah dinilai semakin memperkuat posisi Soekarno Volley Cup sebagai ajang olahraga kerakyatan yang mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi NTB, Abdul Rahim ST, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, jajaran Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumbawa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, menjelaskan alasan dipilihnya Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi perdana penyelenggaraan Soekarno Volley Cup.

Menurutnya, Pulau Sumbawa memiliki hubungan historis dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno. Ia menyebut Bung Karno tercatat pernah mengunjungi Pulau Sumbawa pada era 1950-an untuk bertemu dan berdialog langsung dengan masyarakat.

Esti Wijayati mengatakan penyelenggaraan turnamen tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno yang di dalamnya terdapat tiga momentum penting, yakni Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni, dan hari wafat Sang Proklamator pada 21 Juni.

“Berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama Bulan Bung Karno merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa dan pemikiran beliau dalam membangun bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Esti Wijayati hadir bersama Ketua DPP Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan Sri Rahayu, Wakil Bendahara Umum Bidang Program Yuke Yurike, serta Anggota Komisi I DPR RI Yulius Setiarto.

Esti menjelaskan bahwa bola voli dipilih karena menjadi salah satu cabang olahraga yang paling diminati masyarakat Indonesia. Melalui olahraga tersebut, PDI Perjuangan ingin menghadirkan ruang kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat semangat persatuan.

Ke depan, Soekarno Volley Cup dirancang untuk berkembang menjadi turnamen berskala nasional yang digelar di berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi sarana pembinaan atlet muda, kompetisi tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya pemain-pemain berbakat yang mampu berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional.

“Ini baru titik awal di Kabupaten Sumbawa. Ke depan kami telah merancang agar Soekarno Volley Cup menjadi event besar yang digelar di seluruh Indonesia untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial sekaligus mendukung prestasi Indonesia di ajang internasional,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas selama bertanding. Menurutnya, olahraga harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan bangsa.

“Ketika Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya dikumandangkan di ajang internasional, tidak ada lagi sekat agama, suku, ras maupun partai politik. Karena itu, bertandinglah secara sportif dan jadikan turnamen ini sebagai ajang meraih prestasi sekaligus mempererat persaudaraan,” pungkas Maria Yohana Esti Wijayati.

Soekarno Volley Cup 2026 diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Turnamen ini diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda, memperkuat semangat gotong royong masyarakat, serta menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai persatuan yang diwariskan Bung Karno kepada bangsa Indonesia. (Gam)

Bagikan Berita Ini: