PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

ITB-UTS Bekali Warga Pesisir Hadapi Gempa dan Tsunami

Kesadaran masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami terus diperkuat melalui edukasi mitigasi bencana yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Desa Pukat Kecamatan Utan, belum lama ini.

E
Penulis Editor
Tanggal 06 Aug 2026, 17:05 WITA
 ITB-UTS Bekali Warga Pesisir Hadapi Gempa dan Tsunami
Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir, ITB dan UTS Gelar Edukasi Gempa & Tsunami di Desa Pukat Sumbawa

Utan, GaungNUSRA 

Kesadaran masyarakat pesisir terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami terus diperkuat melalui edukasi mitigasi bencana yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Desa Pukat Kecamatan Utan, belum lama ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana geologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Edukasi menghadirkan pakar geofisika ITB, Prof Sri Widiyantoro dan Dr Endra Gunawan, serta tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Teknologi, Lingkungan, dan Mineral (FTLM) UTS. Kegiatan juga dihadiri unsur Pemerintah Kecamatan Utan, Pemerintah Desa Pukat, tokoh masyarakat, kepala dusun, hingga warga setempat.

Dalam pemaparannya, Prof Sri Widiyantoro mengingatkan bahwa wilayah Nusa Tenggara berada di kawasan tektonik aktif sehingga memiliki potensi gempa bumi dan tsunami yang tidak dapat diabaikan. Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah dan mulai membangun budaya kesiapsiagaan.

"Wilayah ini semuanya berpotensi untuk tsunami dan gempa. Ingat kejadian Gempa Flores dan Gempa Lombok. Potensi itu akan selalu ada, maka dari itu persiapkan diri sebaik mungkin," ujarnya.

Perwakilan Kecamatan Utan mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi bencana. Menurutnya, edukasi seperti ini penting untuk membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

"Kami sangat mendukung kegiatan dedikasi dan inovasi seperti ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana," katanya.

Kepala Desa Pukat juga menyambut baik dipilihnya desanya sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat menjadi bekal untuk mengenali tanda-tanda bencana serta mengetahui langkah penyelamatan yang tepat apabila terjadi gempa maupun tsunami.

Pada sesi materi, Dr Endra Gunawan menjelaskan karakteristik gempa bumi dan tsunami, potensi ancaman di wilayah Sumbawa, serta pentingnya memahami kondisi geografis kawasan pesisir. Menurutnya, gempa bawah laut berpotensi memicu tsunami, sementara bentuk garis pantai turut memengaruhi kecepatan dan tinggi gelombang saat mencapai daratan.

Ia juga menjelaskan bahwa kawasan pesisir yang terbuka memungkinkan gelombang tsunami tiba lebih cepat, sedangkan pantai yang landai dapat memperbesar tinggi gelombang. Di sisi lain, keberadaan hutan mangrove dinilai mampu membantu meredam sebagian energi gelombang tsunami.

Sementara itu, Dekan FTLM UTS, Dedy Dharmawansyah, menyampaikan materi mengenai konsep bangunan tahan gempa. Ia menekankan pentingnya penggunaan material yang ringan, sistem struktur yang baik, serta sambungan konstruksi yang kuat untuk meminimalkan risiko kerusakan saat terjadi gempa.

Selain penyampaian materi, kegiatan diisi dengan diskusi interaktif mengenai tingkat kerawanan Desa Pukat, penyusunan jalur evakuasi tsunami secara partisipatif, serta edukasi kebencanaan bagi siswa SMP Negeri 2 Utan. Para pelajar juga mengikuti simulasi earthquake drill sebagai upaya menanamkan budaya siaga bencana sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, ITB dan UTS berharap masyarakat Desa Pukat semakin memahami karakter ancaman bencana di wilayahnya, mengenali jalur evakuasi, serta mampu mengambil tindakan cepat dan tepat ketika terjadi gempa bumi maupun tsunami. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan Desa Pukat sebagai desa yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi ancaman bencana. (Gac)



Bagikan Berita Ini: