Mataram, GaungNUSRA Online
SMAN 2 Mataram memastikan seluruh peserta didik mengikuti pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 tanpa terkecuali. Kegiatan evaluasi pembelajaran tersebut berlangsung pada 2 hingga 9 Juni 2026.
Pihak sekolah menegaskan tidak ada siswa yang kehilangan hak untuk mengikuti ujian, baik karena persoalan administrasi maupun alasan lain yang berkaitan dengan pembiayaan pendidikan.
Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Kadir Alaydrus SP MPd, menegaskan bahwa seluruh peserta didik mendapatkan hak yang sama dalam mengikuti proses evaluasi pembelajaran yang telah dijadwalkan.
“Semua siswa mendapatkan hak untuk mengikuti ujian. Tidak ada diskriminasi, tidak ada kewajiban apa pun. Semua anak-anak mengikuti ujian sesuai dengan jadwalnya,” ujar Abdul Kadir, Rabu (10/6).
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak mengaitkan hak siswa untuk mengikuti ujian dengan kewajiban pembayaran atau bentuk kontribusi lain di luar ketentuan pendidikan. Menurutnya, layanan pendidikan tetap diberikan secara penuh kepada seluruh peserta didik tanpa perbedaan perlakuan.
“Jadi hak-hak anak-anak dalam mendapatkan dan menerima proses pembelajaran serta evaluasi sudah berjalan tanpa perlu ada embel-embel pembiayaan yang lain,” katanya.
Abdul Kadir juga memastikan bahwa tidak ada siswa yang ditahan atau dipersulit dalam memperoleh kartu ujian. Seluruh kartu ujian telah dibagikan kepada siswa sebelum pelaksanaan ujian dimulai sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Tidak ada, semua kartu tetap dan diberikan jauh hari sebelum pelaksanaan ujian,” ujarnya.
Pernyataan pihak sekolah tersebut turut diperkuat oleh keterangan sejumlah siswa. Salah seorang siswi SMAN 2 Mataram, Gwen, mengatakan bahwa seluruh peserta didik tetap mendapatkan hak yang sama untuk mengikuti ujian, meskipun terdapat siswa yang belum memberikan sumbangan ke sekolah.
“Tetap dapat kartu ujian, walaupun banyak yang belum bayar juga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak ada paksaan dari pihak sekolah terkait pembayaran dalam bentuk apa pun sebagai syarat mengikuti ujian.
“Tidak dipaksa buat bayar,” katanya.
Hal senada disampaikan siswi lainnya, Widia, yang menyebut pelaksanaan ujian berjalan normal tanpa adanya perlakuan berbeda antar siswa terkait persoalan administrasi maupun kontribusi sekolah. (Gar/Hms)