Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Rendahnya nilai Adipura Kabupaten Sumbawa yang hanya mencapai 28,50, mendorong pemerintah daerah bergerak cepat menangani persoalan sampah. Khususnya keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di sejumlah wilayah.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, turun langsung memimpin aksi gotong royong pembersihan di Kecamatan Utan, Jumat (3/4), meski bertepatan dengan hari libur nasional. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah, terhadap buruknya penilaian kebersihan lingkungan yang menempatkan Sumbawa dalam kategori zona hitam.
Didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Wabup Sumbawa meninjau sekaligus terlibat langsung dalam pembersihan di kawasan Taman Utan dan kolong jembatan baru yang selama ini dipenuhi tumpukan sampah.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kolong jembatan adalah ruang publik, bukan tempat pembuangan sampah,” tegasnya di sela kegiatan.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, limbah rumah tangga, hingga material organik yang menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Tumpukan sampah bahkan sempat menghambat aliran sungai akibat endapan yang cukup tebal.
Untuk mempercepat penanganan, Wakil Bupati menginstruksikan DLH agar segera menurunkan alat berat. Ia juga menegaskan bahwa seluruh sampah yang diangkut harus dibawa ke tempat pembuangan resmi, bukan sekadar dipindahkan ke lokasi lain.
“Pastikan sampah ini diangkut ke TPS resmi, jangan hanya dipindahkan,” ujarnya.
Selain penanganan di lapangan, pemerintah daerah juga akan memperketat pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah sembarangan. Satpol PP diminta untuk melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku terhadap pelanggaran yang ditemukan.
Meski demikian, Wabup menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” katanya.
Ia juga menyoroti peran camat dan kepala desa sebagai ujung tombak pengawasan di wilayah masing-masing. Menurutnya, aparatur wilayah harus lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat serta mencegah munculnya TPS liar baru.
“Camat dan kepala desa harus menjadi garda terdepan. Jangan biarkan TPS liar terus bermunculan,” tegasnya.
Kegiatan gotong royong tersebut berhasil mengangkut sejumlah besar sampah dari lokasi. Pemerintah daerah memastikan aksi serupa akan terus dilakukan secara rutin melalui program “Jumat Bersih” di titik-titik yang dinilai rawan penumpukan sampah.
Melalui langkah ini, Wabup berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sekaligus memperbaiki capaian nilai Adipura pada penilaian berikutnya. (Gar)