Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, terus mendorong upaya kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan investasi, pengembangan potensi desa, hingga pendampingan usaha masyarakat. Langkah tersebut dilakukan, sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah, dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Selasa (19/5), mengatakan kemandirian ekonomi saat ini menjadi perhatian seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Menurutnya, daerah dituntut mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki, untuk menopang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kemandirian ekonomi menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Selain mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam efisiensi belanja pegawai, daerah juga harus mampu membuka peluang investasi seluas-luasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Sumbawa adalah melakukan pendataan berbagai potensi daerah, yang dapat dikelola secara maksimal oleh masyarakat maupun pemerintah daerah. Sektor pertanian, perkebunan, dan usaha masyarakat, menjadi perhatian utama. Karena, dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Menurut Suharmaji, pemerintah daerah juga mulai mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pendekatan ekonomi modern. Masyarakat, terutama yang berada di desa, akan diberikan pendampingan dalam mengelola usaha maupun lahan produktif agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Masyarakat yang memiliki lahan sawah atau usaha akan didampingi, termasuk dalam mendapatkan akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan maupun program bantuan pemerintah daerah,” katanya.
Selain bantuan modal, pemerintah juga menyiapkan dukungan sarana dan prasarana, guna menunjang produktivitas masyarakat desa. Dukungan tersebut mencakup bibit pertanian, jaringan irigasi, hingga pelatihan pengelolaan hasil perkebunan.
Ia menilai desa memiliki posisi penting sebagai penopang utama ekonomi daerah. Karena itu, berbagai program penguatan ekonomi difokuskan pada pengembangan potensi desa, agar masyarakat mampu mandiri secara ekonomi.
“Program penopang ekonomi sebagian besar berada di desa. Karena itu pemerintah hadir untuk mendukung masyarakat melalui sektor pertanian, perkebunan, dan usaha produktif lainnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suharmaji menyebut sejumlah komoditas unggulan desa seperti kopi, mangga, dan alpukat memiliki prospek besar untuk dikembangkan. Dinas terkait nantinya akan turun langsung memberikan pelatihan kepada masyarakat. Agar hasil produksi memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih baik.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat infrastruktur pendukung ekonomi masyarakat. Salah satunya, melalui peningkatan akses jalan menuju wilayah penghasil kopi di kawasan selatan Sumbawa.
Ia berharap akses jalan menuju Tepal dapat sepenuhnya mulus pada akhir 2026. Sehingga distribusi kopi dan hasil bumi lainnya menuju Kota Sumbawa maupun luar Pulau Sumbawa, menjadi lebih mudah dan murah.
“Jika akses jalan sudah baik, biaya transportasi hasil bumi akan lebih ringan. Ini tentu akan membantu masyarakat dan meningkatkan daya saing produk daerah,” ujarnya.
Disisi lain, pemerintah daerah juga akan memaksimalkan pemanfaatan program KUR yang disiapkan pemerintah pusat melalui perbankan. Pendampingan akan dilakukan, agar pelaku usaha desa lebih mudah memperoleh akses pembiayaan usaha.
“Pemerintah akan mendampingi masyarakat desa agar usaha-usaha mereka bisa berkembang. Fokus utama kami adalah memperkuat ekonomi masyarakat desa,” tegasnya. (Gar)