Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Sebanyak 30 murid SDIT Darus Sunnah dilatih menjadi Duta Cilik Siaga Bencana, sebagai upaya menanamkan budaya kesiapsiagaan menghadapi banjir dan kekeringan sejak usia dini. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Workshop Manajemen Mitigasi Bencana yang diselenggarakan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Samawa (UNSA), bekerja sama dengan SDIT Darus Sunnah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, belum lama ini.
Kegiatan yang berlangsung di SDIT Darus Sunnah Desa Jorok Kecamatan Unter Iwes, itu melibatkan dua kelompok peserta. Sebanyak 30 guru dan tenaga kependidikan mengikuti workshop bertema Manajemen Bencana di Satuan Pendidikan. Sedangkan 30 murid mengikuti Pelatihan Duta Cilik Siaga Bencana yang dikemas secara interaktif dan ramah anak.
Program tersebut dilatarbelakangi kondisi Kabupaten Sumbawa yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir pada musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Anak-anak usia sekolah dasar dinilai menjadi salah satu kelompok paling rentan ketika bencana terjadi, sementara masih banyak satuan pendidikan yang belum memiliki prosedur tanggap darurat yang memadai.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNSA menargetkan SDIT Darus Sunnah menjadi sekolah percontohan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dapat menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sumbawa.
Dalam workshop tersebut, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr Rusdianto MPd, memaparkan materi mengenai manajemen bencana di satuan pendidikan. Ia menjelaskan kebijakan penanggulangan bencana hidrometeorologi di daerah sekaligus penerapan konsep SPAB di tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam penerapan SPAB, yakni tersedianya fasilitas sekolah yang aman, manajemen penanggulangan bencana di lingkungan sekolah, serta pendidikan pengurangan risiko bencana bagi peserta didik.
"Sekolah adalah lini pertama keselamatan anak saat bencana. Ketika guru dan murid memahami prosedurnya, risiko korban bisa ditekan. BPBD siap mendampingi sekolah menyusun dan menguji rencana tanggap daruratnya," ujar Rusdianto.
Pada kesempatan yang sama, Tim Pengabdian UNSA menyerahkan Prosedur Operasional Standar (POS) tanggap darurat kepada pihak sekolah. Dokumen tersebut memuat pembagian tugas tim siaga, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga prosedur penyatuan kembali murid dengan orang tua setelah keadaan darurat.
POS tersebut menjadi pedoman resmi pertama bagi SDIT Darus Sunnah, dalam menghadapi ancaman banjir maupun kekeringan.
Sementara itu, para murid yang mengikuti Pelatihan Duta Cilik Siaga Bencana dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda bahaya, memahami jalur evakuasi dan titik kumpul, serta mengetahui langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Materi disampaikan melalui permainan edukatif, simulasi, dan diskusi agar mudah dipahami tanpa menimbulkan rasa takut.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNSA, Romi Aprianto MSc, mengatakan pelibatan peserta didik sebagai duta cilik bertujuan membangun budaya kesiapsiagaan sejak dini.
"Kami ingin kesiapsiagaan menjadi kebiasaan sehari-hari di sekolah, bukan kegiatan yang berhenti setelah pelatihan selesai. Harapan kami, SDIT Darus Sunnah dapat berkembang menjadi sekolah Model SPAB yang praktik baiknya bisa direplikasi di sekolah-sekolah lain di Sumbawa," katanya.
Untuk mengukur efektivitas program, tim melaksanakan pra-tes dan pasca-tes berbasis web kepada guru maupun murid. Hasil pengolahan awal menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta. Sehingga mengindikasikan adanya peningkatan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana.
Kepala SDIT Darus Sunnah, Reza Fahmi Anshary ST, menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPBD dalam memperkuat kesiapsiagaan sekolah menghadapi bencana.
"Kami bersyukur mendapat pendampingan dari kampus dan BPBD. Prosedur yang telah disusun akan kami latihkan secara berkala agar benar-benar dikuasai seluruh warga sekolah," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat oleh Universitas Samawa. Program tersebut mendapat dukungan pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026.
Kedepan, pendampingan akan dilanjutkan melalui simulasi evakuasi dan pembaruan prosedur tanggap darurat secara berkala. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah. Sekaligus menjadikan SDIT Darus Sunnah sebagai model Satuan Pendidikan Aman Bencana di Kabupaten Sumbawa. (Gar)