PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Sandro Pole jadi Gerbang Pariwisata Kemaritiman Sumbawa

Kawasan Sandro Pole yang berada di wilayah Samota, diproyeksikan menjadi gerbang utama pengembangan pariwisata kemaritiman Kabupaten Sumbawa.

E
Penulis Editor
Tanggal 05 Aug 2026, 17:18 WITA
Sandro Pole jadi Gerbang Pariwisata Kemaritiman Sumbawa
Sandro Pole Disiapkan Jadi Gerbang Utama Wisata Bahari Sumbawa

 

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Kawasan Sandro Pole yang berada di wilayah Samota, diproyeksikan menjadi gerbang utama pengembangan pariwisata kemaritiman Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah menyiapkan kawasan seluas sekitar 20 hektare dengan kebutuhan investasi mencapai Rp169 miliar, untuk mendukung pengembangan destinasi wisata premium dan ultra premium di kawasan Samota.

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Andi Kusmayadi, mengatakan Sandro Pole akan menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi unggulan yang tersebar di kawasan Samota. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Sumbawa sebagai tujuan utama wisata bahari di Indonesia.

"Modal yang diperlukan sekitar Rp169 miliar dan akan kita arahkan menjadi destinasi pariwisata ultra premium dan premium karena di kawasan Samota terdapat tujuh keajaiban," ujar Andi, Selasa (4/8).

Menurutnya, kawasan Samota memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Selain menyimpan tujuh daya tarik utama, kawasan tersebut juga berada dalam wilayah konservasi yang menjadi habitat hiu paus (whale shark), salah satu spesies laut yang dilindungi. Keberadaan satwa langka itu dinilai menjadi magnet utama bagi wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata secara signifikan.

Bapperida mencatat nilai ekonomi kawasan Samota diperkirakan mencapai Rp896 miliar. Nilai tersebut berasal dari potensi jasa lingkungan, ekosistem pesisir dan laut, serta aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan konservasi hiu paus.

Andi menjelaskan, daya tarik utama Sumbawa tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga karakter destinasi yang masih alami atau genuine. Kondisi tersebut menjadikan Sumbawa sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan kapal pesiar layar (yachter), berdampingan dengan sejumlah destinasi bahari unggulan di Indonesia.

Karena itu, pemerintah daerah akan mengembangkan Sandro Pole sebagai simpul utama pariwisata konservasi. Fokusnya, mengedepankan keberlanjutan lingkungan, sekaligus menyasar pasar wisata premium dan ultra premium.

Untuk mempercepat realisasi investasi, pemerintah daerah tengah menyiapkan proposal yang akan diajukan melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO). Langkah tersebut diharapkan mampu menarik minat investor dalam pengembangan kawasan wisata bahari Sumbawa.

Selain Sandro Pole, pemerintah juga mengidentifikasi sekitar 50 pulau kecil di sekitar Teluk Saleh yang memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Pulau-pulau tersebut akan dikembangkan sebagai destinasi wisata tematik guna memperkaya pilihan atraksi bagi wisatawan.

"Hasil identifikasi awal terdapat sekitar 50 pulau kecil dengan keunikan masing-masing. Pulau-pulau itu akan terus kita kembangkan menjadi sektor pariwisata tematik," kata Andi.

Ia optimistis pengembangan Sandro Pole sebagai gerbang pariwisata kemaritiman akan mengubah posisi Kabupaten Sumbawa dari sekadar daerah persinggahan menjadi destinasi utama. Selama ini, sebagian besar wisatawan hanya melintasi Sumbawa dalam perjalanan menuju Lombok maupun Labuan Bajo. (Gar)



Bagikan Berita Ini: