PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Realisasi PAD Sejumlah Sektor Masih Dibawah 15 Persen

Meski realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa hingga pertengahan Mei 2026 menunjukkan tren positif, sejumlah sektor pendapatan daerah tercatat masih berada di bawah angka 15 persen.

E
Penulis Editor
Tanggal 18 May 2026, 07:16 WITA
Realisasi PAD Sejumlah Sektor Masih Dibawah 15 Persen
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Hardianto ST MM

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online 

Meski realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumbawa hingga pertengahan Mei 2026 menunjukkan tren positif, sejumlah sektor pendapatan daerah tercatat masih berada di bawah angka 15 persen. Hal ini tentu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, Hardianto ST MM, mengungkapkan hingga saat ini realisasi PAD Kabupaten Sumbawa telah mencapai Rp60,6 miliar atau 24,09 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp251,48 miliar.

Menurut Hardianto, capaian tersebut merupakan hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak, disertai optimalisasi yang terus dilakukan pemerintah daerah terhadap berbagai potensi sumber pendapatan.

“Realisasi PAD hingga pertengahan Mei terus menunjukkan peningkatan secara bertahap. Ini merupakan hasil dari kesadaran masyarakat membayar pajak dan kerja keras seluruh pihak terkait,” ujarnya, Rabu (13/5).

Ia menjelaskan, sejumlah sektor unggulan masih menjadi penopang utama peningkatan PAD tahun ini. Di antaranya sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) yang terealisasi sebesar Rp11,46 miliar dari target Rp35,85 miliar.

Selain itu, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga memberikan kontribusi cukup signifikan dengan realisasi mencapai Rp4,64 miliar. Sektor retribusi pelayanan kesehatan dan retribusi daerah lainnya juga menunjukkan capaian positif dengan kontribusi mencapai Rp34,01 miliar.

Namun dibalik tren positif tersebut, Bapenda mencatat masih ada beberapa sektor pajak yang realisasinya tergolong rendah dan belum mencapai 15 persen dari target yang ditetapkan.

Beberapa sektor tersebut di antaranya pajak sarang burung walet (SBW), pajak mineral bukan logam dan batuan tertentu (MBLB), serta pajak kesenian dan hiburan.

Menurut Hardianto, rendahnya capaian pada sektor-sektor tersebut dipengaruhi sejumlah faktor. Mulai dari belum stabilnya aktivitas usaha, rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak, hingga keterbatasan pendataan terhadap potensi pajak daerah.

“Untuk pajak kesenian dan hiburan misalnya, masih rendah karena kegiatan hiburan dan event berskala besar di daerah ini belum berlangsung rutin seperti di daerah lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam upaya mengejar target PAD hingga akhir tahun anggaran 2026.

Karena itu, Bapenda Kabupaten Sumbawa terus menyiapkan berbagai langkah strategis, guna meningkatkan capaian pendapatan daerah, terutama pada sektor-sektor yang masih rendah.

Upaya tersebut meliputi penguatan pengawasan terhadap wajib pajak, digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, serta optimalisasi pendataan terhadap potensi sumber pendapatan baru.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin dengan mengoptimalkan seluruh potensi objek pendapatan daerah agar target peningkatan PAD dapat tercapai dengan baik,” tegas Hardianto.

Ia tetap optimistis target PAD Kabupaten Sumbawa tahun 2026 dapat tercapai apabila seluruh sektor pendapatan terus didorong secara maksimal dan mendapat dukungan dari masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah taat membayar pajak. Dukungan ini sangat penting bagi pembangunan daerah dan peningkatan pelayanan publik,” pungkasnya. (Gad)

Bagikan Berita Ini: