Sumbawa, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan progres pelaksanaan 12 Program Unggulan Daerah yang menjadi prioritas pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori.
Berdasarkan data yang dirilis Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, pelaksanaan program unggulan mencakup sektor pertanian, infrastruktur, peningkatan pendapatan daerah, ketenagakerjaan, investasi, perlindungan sosial, pendidikan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Pada sektor pertanian, pemerintah daerah terus memperkuat ketahanan pangan melalui pembangunan dan rehabilitasi embung, cek dam, sumur bor, jaringan irigasi, serta jalan usaha tani. Hingga Juni 2026, telah dilaksanakan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi pada 52 ruas, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), rehabilitasi jaringan utama AIJ, hingga pembangunan embung desa dengan total dukungan anggaran mencapai Rp119,55 miliar yang bersumber dari APBD, APBN, dan DBHCHT. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian di Kabupaten Sumbawa.
Pada sektor pendapatan daerah, realisasi penerimaan pajak hingga Juni 2026 mencapai Rp33,67 miliar atau 35,56 persen dari target RPJMD sebesar Rp94,66 miliar. Sementara itu, realisasi retribusi daerah tercatat sebesar Rp47,43 miliar atau 33,11 persen dari target Rp143,25 miliar. Capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah untuk membiayai pembangunan.
Di bidang infrastruktur, tingkat kemantapan jalan kabupaten saat ini berada di angka 54,11 persen, dengan target peningkatan hingga 80 persen. Pemerintah terus melakukan pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, serta peningkatan akses jalan strategis, termasuk jalan usaha tani dan jalan penghubung antarwilayah, guna memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
Pengembangan sumber daya manusia juga menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Sebanyak 112 peserta telah mengikuti pelatihan kerja melalui tujuh kejuruan yang dibiayai APBD, sementara 80 peserta lainnya mengikuti pelatihan melalui lima kejuruan yang didukung APBN. Selain itu, 20 peserta memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan teknisi alat berat bekerja sama dengan PT Amman Mineral yang dilengkapi program On The Job Training (OJT), sehingga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Di sektor industri dan investasi, Pemkab Sumbawa telah menyalurkan bantuan kepada 33 pelaku industri dengan nilai mencapai Rp771,35 juta. Sementara realisasi investasi daerah hingga Juni 2026 mencapai Rp186,69 miliar atau 10,37 persen dari target investasi sebesar Rp1,8 triliun.
Pada sektor perlindungan sosial, pemerintah daerah terus memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 26.662 pekerja rentan telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, terdiri atas 20.000 pekerja yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan 6.662 pekerja melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Di bidang keagamaan, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp467,25 juta untuk pemberian insentif kepada 495 guru TPA, 52 imam masjid, dan 76 penyuluh agama Islam hingga tingkat dusun. Program ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap peran tokoh agama dalam membina kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus diperkuat. Sebanyak 28 UMKM menerima bantuan modal usaha senilai Rp576,3 juta yang disertai pendampingan kewirausahaan serta fasilitasi promosi melalui kegiatan Car Free Day dan Car Free Night.
Sementara itu, pada sektor lingkungan dan tata kota, Pemkab Sumbawa melaksanakan penataan kawasan Kota Pusaka dengan alokasi anggaran Rp100 juta, serta pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kerato sebesar Rp526,54 juta. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang lebih tertata, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga tetap menjaga kesejahteraan aparatur sipil negara melalui kebijakan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN sebesar 100 persen, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan publik.
Di bidang pendidikan, Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) terus memberikan manfaat bagi mahasiswa asal Kabupaten Sumbawa. Hingga Juni 2026, sebanyak 444 mahasiswa telah menerima beasiswa KSP dengan dukungan anggaran APBD sebesar Rp50 miliar, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mendorong pembentukan Satgas Pengamanan Benih, Pupuk, serta Harga Gabah dan Jagung yang dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag). Satgas ini disiapkan untuk menjaga stabilitas distribusi sarana produksi pertanian sekaligus melindungi harga komoditas strategis di tingkat petani.
Berbagai capaian hingga Juni 2026 tersebut menunjukkan bahwa implementasi 12 Program Unggulan Daerah terus berjalan pada berbagai sektor prioritas pembangunan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pelaksanaan setiap program melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, sehingga target pembangunan tahun 2026 dapat tercapai secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Sumbawa. (Gan)