Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis dalam menyiapkan data pembangunan yang akurat dan komprehensif. Pencanangan tersebut dilakukan dalam Upacara Syukur yang dipimpin Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah ST MSi, sekaligus menjadi momentum refleksi atas capaian pembangunan daerah yang telah diraih selama beberapa tahun terakhir.
Peluncuran Sensus Ekonomi 2026 ditandai dengan pemasangan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas sensus oleh Bupati, bersama Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj Hanipah SPt MMInov, didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa Barat.
Sebanyak 147 petugas yang terdiri atas pencacah dan pengawas lapangan akan diterjunkan untuk melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Pendataan tersebut menjadi bagian penting dalam penyediaan data ekonomi yang valid sebagai dasar perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan daerah di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Bupati KSB menegaskan, bahwa Upacara Syukur bukan sekadar agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Melainkan sarana untuk mengevaluasi capaian pembangunan. Sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah, dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang telah dicapai saat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Namun demikian, berbagai tantangan pembangunan masih harus dihadapi sehingga diperlukan semangat baru untuk terus melakukan perbaikan di berbagai sektor.
Pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati mengajak seluruh aparatur pemerintah menjadikan semangat hijrah sebagai inspirasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat integritas, serta mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Momentum Muharam ini hendaknya menjadi semangat hijrah menuju kinerja yang lebih baik, pelayanan yang semakin berkualitas, dan komitmen yang lebih kuat dalam membangun daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah, salah satunya penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sumbawa Barat. Berdasarkan data yang disampaikan, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan dari 0,92 persen pada tahun 2024 menjadi 0,40 persen pada tahun 2025.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan besar untuk memastikan seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Menurut Bupati, pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang keberhasilan yang telah diraih, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, ketersediaan data yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi landasan dalam merumuskan berbagai program pembangunan, termasuk penguatan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, serta pengembangan industri daerah.
“Data yang akurat akan membantu pemerintah mengambil keputusan yang tepat, sehingga program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Selain pencanangan Sensus Ekonomi 2026, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan jaminan kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada Ibu Amirin sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Dengan dimulainya Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap seluruh pelaku usaha dan masyarakat dapat mendukung proses pendataan yang dilakukan petugas di lapangan. Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk menghasilkan data yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai pijakan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Gad/Hms)