PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Penyalahguna Narkotika di Sumbawa Barat Didominasi Pemuda

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat, mencatat penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut masih didominasi kalangan pemuda.

E
Penulis Editor
Tanggal 05 Aug 2026, 17:38 WITA
 Penyalahguna Narkotika di Sumbawa Barat Didominasi Pemuda
Cegah Bahaya Sabu di Sekolah, BNNK KSB Gandeng Guru BK untuk Deteksi Dini

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat, mencatat penyalahgunaan narkotika di wilayah tersebut masih didominasi kalangan pemuda. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mayoritas peserta rehabilitasi yang ditangani BNNK berasal dari kelompok usia produktif. Di sisi lain, sabu masih menjadi jenis narkotika yang paling banyak ditemukan dalam berbagai kasus penyalahgunaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BNNK Sumbawa Barat, Mairudin, mengatakan tren keterlibatan pemuda dalam penyalahgunaan narkotika terlihat dari data rehabilitasi yang dimiliki lembaganya. Hingga saat ini, terdapat 44 peserta rehabilitasi, dengan 39 orang di antaranya merupakan warga Kabupaten Sumbawa Barat.

"Saat ini, sebanyak 33 dari 44 peserta rehabilitasi BNN KSB merupakan pemuda," ujar Mairudin, Selasa (4/8).

Menurutnya, tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan pemuda menjadi tantangan tersendiri karena kelompok usia tersebut merupakan generasi yang diharapkan menjadi penggerak pembangunan daerah. Karena itu, BNNK terus memperkuat strategi pencegahan melalui berbagai program edukasi dan deteksi dini.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan penjangkauan masyarakat, pelaksanaan tes urine secara berkala, serta mendorong integrasi pendidikan antinarkoba di lingkungan sekolah. Program tersebut difokuskan pada pelajar tingkat SMA dan sederajat yang dinilai menjadi kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Dalam pelaksanaannya, BNNK Sumbawa Barat menjalin koordinasi dengan guru Bimbingan Konseling (BK) di setiap sekolah. Para guru dibekali pemahaman mengenai perubahan perilaku maupun ciri-ciri fisik yang dapat mengindikasikan adanya penyalahgunaan narkotika sehingga proses deteksi dini dapat dilakukan lebih cepat.

Mairudin menilai ancaman narkotika di lingkungan sekolah bukan sekadar potensi, melainkan persoalan nyata yang masih ditemukan dalam pelaksanaan tes urine secara acak. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan masih adanya pelajar yang terindikasi menggunakan narkotika meskipun jumlahnya tidak banyak.

"Kami selalu menemukan pemakai di tingkat SMA saat tes urine. Walaupun jumlahnya sedikit, sekitar 1 atau 2 orang per sekolah, ini membuktikan bahaya narkoba sudah mengintai anak-anak kita," kata Mairudin.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada BNNK. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah semakin meluasnya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Peran keluarga dinilai menjadi benteng pertama dalam mengawasi pergaulan anak. Sementara itu, sekolah diharapkan terus memperkuat pendidikan karakter dan pengawasan terhadap peserta didik. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan berani melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan sekitar.

"Pemuda adalah aset bangsa. Kita harus terus bersinergi menjaga mereka dari bahaya narkotika," tegasnya. (Gbw) 

Bagikan Berita Ini: