Mataram, GaungNUSRA
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB terus memperkuat sinergi dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar naik kelas. Pembinaan kini diarahkan tidak sekadar pada keikutsertaan dalam pameran, tetapi juga pada inovasi produk, pengembangan desain kreatif, dan penciptaan lapangan kerja baru.
Gubernur NTB, Dr H Lalu Muhamad Iqbal SIP MSi, menegaskan bahwa pola pembinaan UMKM di daerah perlu dievaluasi agar lebih dinamis dan memberikan dampak nyata. Ia menyoroti masih berulangnya keterlibatan pelaku usaha yang sama dalam berbagai pameran dari tahun ke tahun tanpa pembaruan produk maupun munculnya pelaku usaha baru secara signifikan.
“Indikator kinerja utama (KPI) kita dalam pembinaan UMKM adalah seberapa banyak UMKM baru yang benar-benar bisa kita tumbuhkan. Saya sampai bosan melihatnya, setiap bertemu UMKM, orangnya itu-itu lagi,” ujar Iqbal, Senin (12/10).
Sebagai langkah konkret, Iqbal mendorong agar produk kerajinan lokal dikembangkan menjadi karya bernilai seni tinggi, tidak sekadar menjadi produk kerajinan tangan (handicraft). Menurutnya, sentuhan ide, desain, dan kurasi yang tepat dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat identitas dan karakter estetika karya perajin lokal.
Dengan pendekatan tersebut, para perajin diharapkan tidak hanya berorientasi pada kuantitas produksi dan harga murah, tetapi juga mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki keunikan serta daya saing lebih tinggi di pasar.
Senada dengan hal itu, perwakilan Kantor Perwakilan BI NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menyampaikan bahwa Bank Indonesia juga memberikan perhatian besar terhadap penciptaan lapangan kerja melalui pembinaan sektor UMKM.
BI berkomitmen menyesuaikan program pendampingan agar mampu memberikan dampak nyata, terutama dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha di daerah.
Melalui pendekatan berbasis inovasi, perluasan jejaring pasar, serta penciptaan wirausaha baru di setiap desa, Pemprov NTB dan BI optimistis sektor UMKM semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (Gad)