PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Pemda Sumbawa Siapkan Masterplan Drainase Terintegrasi

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyiapkan langkah penanganan banjir dan genangan air yang kerap terjadi di sekitar kawasan Perumahan Raberas setiap musim penghujan.

E
Penulis Editor
Tanggal 12 Oct 2026, 15:34 WITA
Pemda Sumbawa Siapkan Masterplan Drainase Terintegrasi
Cegah Genangan Perumahan Raberas, Pemkab Sumbawa Rancang Masterplan Drainase Terintegrasi

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyiapkan langkah penanganan banjir dan genangan air yang kerap terjadi di sekitar kawasan Perumahan Raberas setiap musim penghujan. Salah satu langkah jangka panjang yang didorong adalah penyusunan masterplan drainase terintegrasi antarkawasan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa, Dian Sidharta ST MM, mengatakan penanganan banjir di kawasan tersebut membutuhkan perencanaan menyeluruh, mulai dari langkah jangka pendek, menengah hingga jangka panjang.

“Kalau melihat petanya, persoalan ini bukan hal yang sederhana. Karena itu, kita harus memetakan solusi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang agar penanganannya lebih terarah,” kata Dian dalam keterangan pers, Jumat (9/10).

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah tingginya debit air ketika musim hujan. Saat kebutuhan air untuk pertanian menurun, debit air dari Bendungan Batu Bulan dapat meningkat sehingga air harus dialirkan menuju bagian hilir.

Persoalan muncul ketika kawasan hilir berkembang menjadi permukiman, sementara sistem drainase belum sepenuhnya tersedia. Di sisi lain, saluran irigasi juga menerima limpasan air dari kawasan perbukitan sehingga meningkatkan beban aliran air.

Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Sumbawa akan memperkuat koordinasi dan pengaturan pintu-pintu air di kawasan tersebut. Pemantauan debit dan pengaturan bukaan pintu air dinilai penting, terutama saat curah hujan meningkat, agar aliran air dapat diarahkan menuju sungai dan tidak menumpuk di kawasan permukiman.

“Ketika musim penghujan mulai meningkat, pintu-pintu air harus aktif dipantau. Kalau debit air tinggi, pengaturannya harus dilakukan agar air tidak menumpuk dan masuk ke kawasan permukiman,” jelasnya.

Selain pengaturan pintu air, kebersihan saluran juga menjadi perhatian. Sedimentasi dan sampah yang berpotensi menghambat aliran harus dibersihkan secara berkala. Dian menyebut normalisasi saluran dan pembersihan sedimentasi telah dilakukan, tetapi upaya tersebut perlu didukung kolaborasi pemerintah, penjaga pintu air, pengelola perumahan, dan masyarakat sekitar.

Untuk jangka menengah, pemerintah mempertimbangkan pembangunan kolam penampungan air atau pond di lokasi yang memungkinkan. Salah satu titik yang telah dilihat berada di sekitar kawasan bank sampah milik pemerintah daerah.

Kolam tersebut direncanakan menjadi tempat penampungan sementara ketika debit air meningkat, sehingga limpasan air hujan tidak seluruhnya langsung masuk ke saluran drainase dan kawasan permukiman.

Dian juga menekankan pentingnya sistem pengelolaan air yang baik di setiap kawasan perumahan. Pengembang, menurutnya, perlu memperhitungkan limpasan air dari kawasan yang dibangun agar tidak menambah beban jalan maupun saluran yang telah tersedia.

Sementara itu, untuk jangka panjang, Pemkab Sumbawa akan mendorong penyusunan masterplan drainase kawasan secara menyeluruh. Perencanaan tersebut diperlukan agar sistem drainase tidak dibangun secara parsial, melainkan terhubung antarkawasan dengan arah pembuangan air yang jelas menuju sungai.

Rencana penataan drainase itu diproyeksikan menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dipersiapkan dalam perencanaan pembangunan 2027. Tahap awal akan dilakukan melalui penyusunan desain dan pemetaan sistem drainase sebagai dasar perencanaan dan penganggaran.

“Dulu mungkin belum menjadi masalah karena kawasan belum berkembang. Sekarang permukiman semakin tumbuh, sehingga sistem drainasenya juga harus kita tata dengan baik,” ujarnya.

Dian menegaskan, perkembangan kawasan permukiman perlu diimbangi pembangunan infrastruktur pengendali air. Pertumbuhan perumahan tidak dapat dihindari, sehingga sistem drainase harus direncanakan sejalan dengan perkembangan kawasan.

Melalui pengaturan pintu air, rencana pembangunan kolam penampungan, dan penyusunan masterplan drainase terintegrasi, Pemkab Sumbawa berharap risiko banjir di sekitar Perumahan Raberas dapat dikurangi secara bertahap dan berkelanjutan. Penanganan tersebut juga diharapkan menjawab keluhan masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan genangan setiap musim penghujan. (Gad) 

Bagikan Berita Ini: