Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Pemerintah Provinsi NTB, terus memperkuat upaya perlindungan anak melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang layanan perlindungan anak. Salah satunya dilakukan melalui Pelatihan Pendampingan dan Penanganan Anak bagi Lembaga Penyedia Layanan yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi NTB.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa belum lama ini dan diikuti peserta dari berbagai lembaga serta instansi terkait, diantaranya Bidang PPA DP2KBP3A, UPTD PPA, serta Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-NTB.
Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas para pendamping dan lembaga layanan dalam memberikan perlindungan kepada anak, khususnya anak yang membutuhkan perlindungan khusus akibat kekerasan, penelantaran, eksploitasi, maupun perundungan.
Perwakilan LPA Kabupaten Sumbawa, Fatriatulrahmah SPd, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perlindungan anak.
Menurutnya, para pendamping harus memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai hak-hak anak, teknik pendampingan yang tepat, serta mekanisme penanganan kasus yang profesional dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
“Pelatihan ini sangat penting karena para pendamping memiliki peran strategis dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak yang menjadi korban kekerasan, penelantaran, eksploitasi maupun perundungan. Dengan kapasitas yang baik, layanan yang diberikan akan lebih aman, ramah anak, dan penuh empati,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga sarana memperkuat sinergi antar lembaga, dalam menciptakan sistem perlindungan anak yang efektif dan responsif di Provinsi NTB.
Menurut Atul akrabnya disapa, kerja sama antar lembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kasus, serta memastikan setiap anak memperoleh perlindungan dan hak yang layak.
“Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini menjadi momentum membangun komitmen bersama antar lembaga dalam mewujudkan lingkungan yang melindungi serta menjamin terpenuhinya hak dan masa depan anak-anak Indonesia,” katanya.
Ia berharap hasil pelatihan tersebut dapat diterapkan secara nyata di lapangan sehingga para pendamping maupun lembaga layanan, mampu memberikan penanganan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.
Pelatihan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi terkait teknik pendampingan anak, penanganan kasus kekerasan terhadap anak, koordinasi lintas sektor, hingga penguatan layanan berbasis perlindungan hak anak.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap kualitas layanan perlindungan anak di NTB semakin meningkat sehingga mampu menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Gac)