PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Milad Dea Malela Dihadiri Sejumlah Menteri

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mendampingi sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih menghadiri resepsi Milad Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela

E
Penulis Editor
Tanggal 21 Jul 2026, 17:20 WITA
 Milad Dea Malela Dihadiri Sejumlah Menteri
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mendampingi sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih menghadiri resepsi Milad Tasyakur

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mendampingi sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih menghadiri resepsi Milad Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Auditorium Sang Surya, Sabtu (18/7).

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH MSc, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Abdul Mu'ti MEd, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Dr Fauzan MPd, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr Hanif Faisol Nurofiq SHut MP.

Dalam sambutannya, Menko Yusril Ihza Mahendra menyampaikan apresiasi atas perjalanan satu dasawarsa PMI Dea Malela. Menurutnya, usia 10 tahun menjadi bukti konsistensi lembaga pendidikan tersebut dalam membina dan mendidik generasi Islam yang berasal dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Yusril menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan besar bagi umat Islam. Karena itu, pemahaman terhadap ajaran agama harus terus diperdalam agar mampu menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

"Kita patut mensyukuri sebuah ikhtiar besar dalam membangun manusia. Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dipersiapkan untuk masa depan. Di sinilah peran penting pesantren sebagai tempat pembinaan karakter, kepekaan moral, dan kedisiplinan yang menjadi fondasi pembangunan bangsa," ujarnya.

Ia berharap PMI Dea Malela terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keislaman yang kuat, tetapi juga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, menyatakan keberadaan PMI Dea Malela selaras dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.

Ia mengajak seluruh santri memanfaatkan kesempatan belajar di pesantren dengan sungguh-sungguh sebagai bekal meraih masa depan.

"Masa depan kalian dimulai dari Dea Malela ini. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-cita," katanya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu'ti juga mengulas sosok Ismail Dea Malela yang menjadi inspirasi penamaan pesantren tersebut. Menurutnya, tokoh asal Sumbawa itu dikenal memiliki akhlak mulia dan berperan dalam penyebaran syiar Islam hingga ke Benua Afrika.

Ia berpesan agar para santri senantiasa menghormati orang tua dan guru sebagai sumber teladan dan pembimbing dalam menempuh pendidikan serta menggapai cita-cita.

Memasuki usia satu dasawarsa, PMI Dea Malela dinilai telah menunjukkan komitmen dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi dengan pemahaman keislaman serta karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. (Gad/Hms) 

Bagikan Berita Ini: