Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan pembangunan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Darussalam Lape Kecamatan Lape, Rabu (2/9).
Bupati Sumbawa hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Hj Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE. Sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta Camat Lape.
Tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah, serta masyarakat Desa Lape dan Desa Dete juga memadati Masjid Darussalam untuk mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah. Ia meminta jamaah tidak hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW secara seremonial, tetapi juga menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
“Inti kita datang ke sini adalah mengingat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan harus kita jadikan acuan dalam hidup kita. Sekaligus kita membaca shalawat kepada beliau,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, terutama dalam momentum peringatan kelahiran Rasulullah. Menurutnya, umat Islam dapat menjadikan shalawat sebagai bagian dari kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus berharap memperoleh syafaat Rasulullah pada hari akhir.
“Jika kita setiap tahun membaca shalawat di hari kelahiran beliau, Insya Allah kita akan mendapat syafaat beliau nanti di yaumul akhir. Mudah-mudahan nantinya di yaumul kiamat kita akan berada bersama-sama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengenang keberadaan Masjid Darussalam, yang telah berdiri sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Ia mengaku memiliki kenangan tersendiri terhadap masjid tersebut dan mengapresiasi masyarakat yang mampu mempertahankan bentuk serta karakter bangunan masjid hingga kini.
“Saya teringat masjid ini sejak saya SMP dulu sudah berdiri megah. Masjid Darussalam didesain dan digambar oleh putra asli Lape yang waktu itu, kalau tidak salah, masih kuliah,” ungkapnya.
Menurut Bupati, Masjid Darussalam menunjukkan perjalanan panjang kehidupan keagamaan masyarakat Lape. Masjid tersebut telah melewati beberapa generasi dan tetap menjadi salah satu tempat masyarakat menjalankan aktivitas ibadah.
Ia membandingkan kondisi Masjid Darussalam, dengan sejumlah masjid lain yang mengalami renovasi atau pembangunan kembali karena kapasitas bangunan tidak lagi mencukupi kebutuhan jamaah. Sementara itu, masyarakat Lape mampu mempertahankan bentuk dan model Masjid Darussalam sejak awal pembangunannya.
“Masjid ini dipasang pondasinya dan tidak berubah bentuk dan modelnya. Padahal masjid lain sudah ada yang dua-tiga kali bangun, karena kekecilan dibongkar, dibangun lagi. Masjid ini sekali pasang sampai sekarang dan modelnya masih megah,” tuturnya.
Bupati kemudian menyampaikan apresiasi kepada panitia pembangunan masjid yang saat ini masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan. Ia menilai upaya tersebut menunjukkan kepedulian masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan fasilitas keagamaan.
“Selamat untuk panitia pembangunan masjid yang sedang merampungkan ini. Luar biasa,” ucapnya.
Selain mengajak masyarakat memperkuat kehidupan keagamaan, Bupati Jarot mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ia menyinggung sejumlah kejadian kebakaran di berbagai daerah yang harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian.
Ia meminta masyarakat memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian atau meninggalkan rumah dalam waktu tertentu. Bupati secara khusus mengingatkan para ibu yang beraktivitas di dapur agar memastikan kompor dan peralatan memasak sudah dalam kondisi aman.
“Ibu-ibu terutama yang selalu rajin di dapur, pastikan kalau meninggalkan rumah jangan sampai ada kompor yang masih menyala,” pesannya.
Bupati juga meminta masyarakat yang merokok untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Ia mengingatkan risiko kebakaran dapat meningkat ketika puntung rokok dibuang di lokasi yang memiliki bahan mudah terbakar, seperti sawah, ladang dan kebun.
“Bapak-bapak yang merokok, pastikan jangan sampai membuang puntung rokok sembarangan, baik di kampung, sawah, ladang-ladang maupun kebun-kebun,” tegasnya.
Pada bagian lain sambutannya, Bupati mendorong masyarakat agar membangun Sumbawa tidak hanya melalui pembangunan fisik. Pemerintah, kata dia, juga perlu menguatkan pembangunan spiritual dan karakter masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan.
Ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali kegiatan shalat Subuh berjamaah di masjid. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.
“Selain kita bangkit dalam pembangunan secara fisik, saya mengajak seluruh masyarakat mari kita galakkan shalat Subuh berjamaah,” ajaknya.
Bupati menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah menjalankan shalat Subuh berjamaah di sejumlah masjid di Kabupaten Sumbawa. Ia juga menyebut pelaksanaan shalat Subuh berjamaah di Masjid Agung Nurul Huda sebagai salah satu kegiatan yang patut terus digelorakan.
Selain menghidupkan kegiatan ibadah, Bupati meminta masyarakat membangun budaya berinfak dan bersedekah. Ia menilai kebiasaan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk berinfak dan bersedekah menunjukkan perkembangan positif. Dana yang terkumpul melalui kepedulian masyarakat juga telah mendukung berbagai kegiatan dan program sosial.
Bupati mengatakan, pemerintah terus mendorong pembangunan karakter masyarakat agar berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur. Ia menekankan pembangunan daerah membutuhkan keseimbangan antara kemajuan fisik dan penguatan kehidupan spiritual masyarakat.
“Mudah-mudahan ajakan kami pemerintah saat ini dalam rangka membangun karakter masyarakat, sehingga tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga mengajak membangun secara spiritual,” tukasnya.
Ia kemudian mengajak masyarakat menjadikan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama. (Gad/Hms)