Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Cabang olahraga panahan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Sebanyak 32 atlet disiapkan untuk memperkuat kontingen KSB pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Menariknya, seluruh atlet yang diproyeksikan tampil merupakan hasil pembinaan daerah. Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) KSB memilih mengandalkan atlet lokal tanpa merekrut atlet mutasi dari luar daerah.
Ketua Perpani KSB, Zainul Amri, mengatakan keputusan tersebut menjadi bentuk komitmen organisasi dalam mengembangkan potensi atlet daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari proses pembinaan yang selama ini dilakukan secara konsisten di berbagai kelompok usia.
“Seluruh atlet yang kami siapkan merupakan atlet binaan Sumbawa Barat. Kami tidak menggunakan atlet mutasi,” kata Zainul, Senin (15/6).
Ia menjelaskan, saat ini tim panahan KSB telah memasuki tahap persiapan khusus atau fase pemantapan menjelang pertandingan. Pada fase tersebut, program latihan lebih difokuskan pada penyempurnaan teknik, peningkatan akurasi, menjaga konsistensi performa, serta evaluasi kemampuan atlet agar siap menghadapi persaingan di Porprov.
Menurut Zainul, persiapan menuju Porprov telah dimulai jauh sebelum pelaksanaan pemusatan latihan resmi. Langkah tersebut dilakukan karena olahraga panahan membutuhkan proses pembinaan yang panjang dan berkesinambungan, mulai dari pembentukan kondisi fisik, peningkatan kekuatan otot, penguasaan teknik, hingga kesiapan mental saat bertanding.
“Panahan merupakan cabang olahraga yang membutuhkan proses latihan cukup lama. Karena itu, kami memulai persiapan lebih awal agar atlet memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Meski program latihan berjalan sesuai rencana, Perpani KSB masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah kebutuhan anggaran untuk mendukung latihan dan pemenuhan peralatan atlet.
Tingginya intensitas latihan selama masa persiapan menyebabkan sejumlah perlengkapan mengalami penurunan fungsi dan perlu diganti sebelum kompetisi berlangsung. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian karena peralatan panahan memiliki karakteristik khusus dan tidak dapat digunakan secara bergantian oleh banyak atlet.
Zainul menjelaskan, setiap atlet harus menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan postur tubuh, kekuatan tarikan, serta kenyamanan masing-masing. Karena itu, kebutuhan peralatan dalam cabang olahraga panahan relatif lebih besar dibandingkan beberapa cabang olahraga lainnya.
“Peralatan pada cabang olahraga panahan berbeda dengan olahraga lain. Sulit untuk saling berbagi peralatan karena setiap atlet memiliki kebutuhan dan spesifikasi alat yang berbeda,” jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis para atlet mampu menunjukkan performa terbaik pada Porprov NTB 2026. Persiapan yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir diyakini menjadi modal penting untuk bersaing dan meraih hasil maksimal.
Perpani KSB berharap seluruh atlet dapat tampil konsisten, menjaga fokus selama pertandingan, serta mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa Barat melalui prestasi di arena Porprov. Dengan mengandalkan atlet hasil pembinaan sendiri, panahan KSB tidak hanya memburu medali, tetapi juga ingin membuktikan bahwa pembinaan olahraga daerah mampu melahirkan atlet-atlet yang kompetitif di tingkat provinsi. (Gbw)