PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Masrohiyyah VIII Kobarkan Semangat Bahasa Arab Santri

Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Bakar Al-Islamiyyah kembali menggelar Malam Masrohiyyah Lughowiyyah VIII, sebagai ajang penguatan kemampuan bahasa Arab dan pembentukan karakter santri.

E
Penulis Editor
Tanggal 04 Aug 2026, 19:05 WITA
 Masrohiyyah VIII Kobarkan Semangat Bahasa Arab Santri
Pondok Pesantren Abu Bakar Al-Islamiyyah Sumbawa kembali menggelar ajang tahunan Malam Masrohiyyah Lughowiyyah VIII pada Minggu (2/8)

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pondok Pesantren (Ponpes) Abu Bakar Al-Islamiyyah kembali menggelar Malam Masrohiyyah Lughowiyyah VIII, sebagai ajang penguatan kemampuan bahasa Arab dan pembentukan karakter santri. Kegiatan bertema "Doa Orang Tua Jalan Menuju Surga dan Ilmu Kunci Kemenangan" itu berlangsung di lingkungan pondok pesantren, Minggu (2/8), dan diikuti ratusan santri, wali santri, alumni, serta tamu undangan.

Masrohiyyah Lughowiyyah merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari pembinaan lingkungan berbahasa (bi'ah lughawiyyah) di Ponpes Abu Bakar Al-Islamiyyah. Selain melatih kemampuan berbahasa Arab, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan berbicara di depan umum, dan kreativitas melalui berbagai penampilan seni dan drama berbahasa Arab.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Latif, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pengurus pondok, alumni, perwakilan Kementerian Agama, dan Yayasan As-Siddiq Al-Khairiyyah.

Ketua Ikatan Alumni (IKA) Ponpes Abu Bakar Al-Islamiyyah, Ustaz Faiq Soleh Basumbul, menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab memiliki peran penting dalam memahami ajaran Islam secara utuh. Menurutnya, kegiatan Masrohiyyah bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan ikhtiar membangun kecintaan santri terhadap bahasa Al-Qur'an sekaligus menumbuhkan tradisi intelektual di lingkungan pesantren.

"Tujuan mempelajari bahasa Arab bukan hanya agar mampu berbicara, tetapi supaya kita dapat memahami ajaran Islam secara lebih mendalam. Dengan menguasai bahasa Arab, para ulama terdahulu mampu menggali kandungan Al-Qur'an dan hadis sehingga melahirkan peradaban Islam yang maju," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pondok Pesantren Abu Bakar Al-Islamiyyah bersama Yayasan As-Siddiq Al-Khairiyyah yang terus mendukung penyelenggaraan Masrohiyyah, sehingga mampu bertahan hingga penyelenggaraan kedelapan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Muhibbi. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi media efektif untuk mengasah kompetensi kebahasaan santri sekaligus membangun keberanian tampil di depan publik.

Menurutnya, keberhasilan pembelajaran bahasa tidak cukup diukur dari banyaknya kosakata yang dikuasai, tetapi juga dari kemampuan menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari melalui lingkungan berbahasa yang kondusif.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk melatih kemampuan praktik berbahasa Arab para santri. Lingkungan yang mendukung akan membuat ilmu yang diperoleh di kelas lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Muhibbi berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas sehingga mampu melahirkan santri berprestasi yang dapat mewakili Kabupaten Sumbawa pada berbagai kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Yayasan As-Siddiq Al-Khairiyyah, Ustadz Syahid Hanan Bahanan, mengingatkan para santri agar senantiasa menjunjung tinggi adab kepada orang tua dan guru sebagai bekal utama dalam menuntut ilmu.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh doa dan restu kedua orang tua. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang disertai akhlak mulia akan menjadi fondasi penting dalam meraih masa depan yang lebih baik.

"Jadikan doa orang tua sebagai bekal dalam menapaki masa depan. Bagi santri baru, jadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan membawa nama baik pondok pesantren," pesannya saat membuka kegiatan secara resmi.

Pembukaan Masrohiyyah Lughowiyyah VIII ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Yayasan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Pungka Syarifudin, Babinsa Desa Pungka Lalu Husnan, tokoh masyarakat, wali santri, serta keluarga besar Pondok Pesantren Abu Bakar Al-Islamiyyah.

Acara ditutup dengan berbagai penampilan seni dan drama berbahasa Arab yang dibawakan para santri, disertai penyerahan penghargaan kepada peserta dan panitia sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menyukseskan penyelenggaraan Masrohiyyah Lughowiyyah VIII. (Gam)



Bagikan Berita Ini: