Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Masyarakat Desa Goa Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat, kembali menggelar tradisi Mangan Lawang Karang sebagai bagian dari rangkaian Festival Muharam 1448 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Lintas Goa–Jelenga, Minggu (21/6) ini, menjadi momentum penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.
Tradisi yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui tradisi ini, nilai-nilai gotong royong, silaturahmi, dan penghormatan terhadap adat istiadat terus diwariskan kepada generasi muda.
Pelaksanaan Mangan Lawang Karang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Hal itu ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj Hanipah SPt MMInov, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Aparatur dan Kemasyarakatan Sri Ayu Idayani SE MM, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan H Wahidin SPd MM, serta Camat Jereweh, H Abdul Muthalib SPd.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat Desa Goa dalam menjaga tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Selain sebagai identitas budaya lokal, tradisi tersebut juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Ketua panitia yang juga Kepala Desa Goa, Arif Rahman Hakim SPd MPd, menjelaskan bahwa Mangan Lawang Karang merupakan bagian dari rangkaian Festival Muharam yang telah dimulai sejak 15 Juni 2026. Berbagai kegiatan keagamaan dan budaya digelar untuk menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam tersebut.
Menurutnya, festival diawali dengan pelaksanaan tablig akbar yang diikuti masyarakat setempat. Selanjutnya, pada 17 hingga 20 Juni 2026 digelar kegiatan Semarak Muharam yang diisi berbagai perlombaan, pembacaan selawat, serta penampilan lagu-lagu bernuansa Islami.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menjaga tradisi dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj Hanipah SPt MMInov, menyampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat Desa Goa dalam mempertahankan tradisi yang sarat makna tersebut. Menurutnya, Mangan Lawang Karang bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, dan semangat persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Ia menilai tradisi seperti ini perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai-nilai luhur yang mampu memperkuat karakter masyarakat serta menjadi perekat hubungan antarsesama warga.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian dari semangat berbagi pada momentum Tahun Baru Islam.
Pelaksanaan Mangan Lawang Karang menjadi bukti bahwa masyarakat Desa Goa masih menjaga erat identitas budaya yang diwariskan para leluhur. Tradisi yang tumbuh dari kehidupan masyarakat itu terus dipelihara melalui partisipasi aktif warga, dukungan pemerintah desa, serta perhatian pemerintah daerah.
Lebih jauh, tradisi ini juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sumbawa Barat. Selain memperkenalkan kekayaan adat dan budaya lokal, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana promosi daerah yang mampu menarik minat wisatawan untuk mengenal lebih dekat tradisi masyarakat setempat.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Mangan Lawang Karang diharapkan tetap lestari dan menjadi warisan budaya yang tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dijalankan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari identitas masyarakat Desa Goa dan Kabupaten Sumbawa Barat. (Gad/Hms)