PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Lewat Program Pengelolaan Sampah Sekolah, AMMAN Raih Penghargaan Tertinggi Lestari Awards 2026

Komitmen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis pendidikan membuahkan hasil.

E
Penulis Editor
Tanggal 29 Jul 2026, 06:18 WITA
Lewat Program Pengelolaan Sampah Sekolah, AMMAN Raih Penghargaan Tertinggi Lestari Awards 2026
AMMAN meraih penghargaan tertinggi kategori Waste Management pada ajang Lestari Awards 2026

 Jakarta , GaungNUSRA

Komitmen PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dalam mendorong pengelolaan lingkungan berbasis pendidikan membuahkan hasil. Melalui Program Pengelolaan Sampah Sekolah (PPSS), AMMAN meraih penghargaan tertinggi kategori Waste Management pada ajang Lestari Awards 2026.

Perwakilan PT AMMAN menerima penghargaan di Lestari Awards 2026

Program ini dinilai berhasil menghadirkan pendekatan yang memadukan edukasi lingkungan dengan konsep ekonomi sirkular. Siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya diajarkan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.

Vice President Policy & Permitting dan Social Impact AMMAN, Priyo Pramono, mengatakan PPSS dirancang untuk memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.

"Melalui program ini, AMMAN berupaya membangun ekosistem yang mampu melahirkan generasi muda yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Keberhasilan PPSS tidak hanya diukur dari jumlah sampah yang berhasil dikelola, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran bahwa sampah memiliki nilai apabila dikelola dengan benar. Ketika pemahaman tersebut berkembang di kalangan siswa, guru, hingga keluarga, dampaknya akan meluas ke masyarakat," ujarnya.

PPSS mengintegrasikan pendidikan lingkungan, penyediaan infrastruktur, serta penerapan ekonomi sirkular. Guru memasukkan materi pengelolaan sampah ke dalam proses belajar mengajar, sementara siswa mendapat pengalaman langsung menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Dengan pendekatan tersebut, sekolah berkembang menjadi pusat pembelajaran lingkungan yang melibatkan keluarga dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, siswa bersama guru memilah sampah organik untuk diolah di Rumah Kompos (RUMPOS). Hasil pengolahan tersebut menjadi POSTA atau Pupuk Organik Sekolah Kita yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, masyarakat, sektor pertanian, hingga kegiatan reklamasi di wilayah operasional AMMAN.

Kelola 150 Ton Sampah Organik

Siswa bersama guru di Sumbawa Barat memilah sampah organik untuk diolah di Rumah Kompos (RUMPOS)

Sejak diluncurkan pada 2022, PPSS berkembang dari dua sekolah percontohan menjadi enam sekolah aktif dengan melibatkan ribuan siswa, guru, orang tua, masyarakat, serta puluhan relawan dari kalangan karyawan AMMAN.

Selama periode 2022–2025, program ini berhasil mengelola lebih dari 150 ton sampah organik dan menghasilkan lebih dari 50 ton kompos POSTA. Selain itu, PPSS turut berkontribusi menghindari emisi karbon hingga 11 ton sepanjang 2025.

Dari sisi manfaat sosial dan ekonomi, program ini mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,09. Artinya, setiap investasi Rp1 mampu menghasilkan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan sebesar Rp4,09.

Keberhasilan PPSS juga mendorong sejumlah sekolah di luar program untuk mereplikasi pengelolaan sampah secara mandiri tanpa dukungan pendanaan AMMAN. Beberapa sekolah mitra bahkan berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi maupun nasional, yang menjadi indikator keberhasilan dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan.

Bagi AMMAN, penghargaan Lestari Awards 2026 menjadi bentuk apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, keluarga, pemerintah daerah, mitra pelaksana, karyawan, hingga masyarakat, dalam mewujudkan perubahan yang berawal dari lingkungan sekolah. (Gal)

Bagikan Berita Ini: