Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Capaian layanan air minum di Kabupaten Sumbawa hingga kini masih tergolong rendah, yakni baru mencapai sekitar 12 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah target nasional sebesar 43 persen, sehingga menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, saat membuka kegiatan Sosialisasi Pekerjaan Konstruksi Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis (23/4).
Menurut Bupati, rendahnya cakupan layanan air minum menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun dengan dukungan pemerintah pusat.
“Capaian kita saat ini masih sekitar 12 persen, sementara target nasional 43 persen. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum terlayani air bersih secara optimal,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong percepatan pembangunan dan optimalisasi SPAM, sebagai langkah strategis dalam memperluas akses layanan air bersih. Salah satu upaya yang tengah dilakukan, adalah optimalisasi SPAM Semongkat yang ditargetkan mampu melayani lima kecamatan. Yakni Labuhan Badas, Sumbawa, Unter Iwes, Moyo Hilir, dan Moyo Utara, dari total 24 kecamatan yang ada.
Program optimalisasi ini mencakup rehabilitasi jaringan pipa dengan kapasitas 3 kali 50 liter per detik, yang diharapkan mampu menjangkau sekitar 12 ribu sambungan rumah. Selain menambah cakupan layanan, proyek ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air, termasuk memperbaiki jaringan pipa induk yang sebagian telah berusia lebih dari 40 tahun.
Bupati menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus indikator penting dalam meningkatkan derajat kesehatan. Karena itu, peningkatan layanan air minum menjadi prioritas dalam pembangunan daerah.
Pemerintah daerah juga menyambut dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang dinilai memiliki peran strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur air bersih di Sumbawa.
“Kita berharap dengan perbaikan jaringan ini, seluruh potensi sumber air dapat dimanfaatkan secara optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Disisi lain, pemerintah daerah juga mulai mengkaji rencana penyesuaian tarif air minum sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan. Namun demikian, kebijakan tersebut akan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung pelaksanaan proyek, terutama dalam menjaga kelancaran pekerjaan di lapangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, lanjut Bupati, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis dapat mempercepat peningkatan akses air minum layak. Sekaligus mengejar ketertinggalan dari target nasional demi kesejahteraan masyarakat. (Gar/Hms)