PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Prioritaskan Lahan Berair Demi Produksi Benih Padi

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengubah strategi pengembangan penangkaran benih padi dengan memprioritaskan lahan yang memiliki ketersediaan air memadai.

E
Penulis Editor
Tanggal 06 Aug 2026, 17:12 WITA
 KSB Prioritaskan Lahan Berair Demi Produksi Benih Padi
Kejar Target 198 Ton Benih Mandiri, Pemkab KSB Beri Bantuan & Pendampingan Petani Plasma

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengubah strategi pengembangan penangkaran benih padi dengan memprioritaskan lahan yang memiliki ketersediaan air memadai. Langkah tersebut ditempuh untuk mengamankan target produksi benih padi mandiri sebanyak 198 ton pada akhir tahun, di tengah ancaman musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, mengatakan puncak musim kemarau berpotensi memengaruhi lebih dari 8.000 hektare lahan sawah baku. Karena itu, pemerintah daerah memusatkan kegiatan penangkaran benih di Kecamatan Brang Ene dan Brang Rea yang dinilai masih memiliki cadangan air cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi syarat utama dalam menentukan kelayakan lahan yang akan dijadikan lokasi penangkaran benih. Verifikasi dilakukan secara ketat sebelum petani ditetapkan sebagai plasma dalam program tersebut.

"Indikator utama kita adalah sumber air. Saat ini potensi itu dimiliki Brang Ene dan Brang Rea," ujar Jamilatun, Selasa (4/8).

Ia menjelaskan, petani plasma kini telah memasuki tahap penanaman menggunakan benih dasar berlabel putih. Selama proses budidaya, Dinas Pertanian melakukan pendampingan dan pengawasan secara intensif, termasuk pelaksanaan roguing atau pemurnian varietas untuk menghilangkan tanaman yang tidak sesuai dan menjaga kemurnian benih.

Melalui tahapan tersebut, benih dasar akan dikembangkan menjadi benih sebar berlabel ungu yang ditargetkan siap diproduksi pada akhir tahun. Benih tersebut selanjutnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan musim tanam berikutnya di Kabupaten Sumbawa Barat.

Untuk mendukung keberhasilan program, pemerintah daerah juga memberikan bantuan kepada petani plasma berupa benih dasar, biaya persemaian, serta pembiayaan kegiatan roguing. Dukungan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi sekaligus menjaga kualitas benih yang dihasilkan.

"Ada tiga komponen yang kami dukung kepada petani plasma, yakni benih label putih, biaya persemaian, dan biaya roguing," katanya.

Secara keseluruhan, target produksi 198 ton benih padi diperkirakan baru mampu memenuhi sekitar 59 persen kebutuhan benih di Kabupaten Sumbawa Barat. Meski belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan daerah, pemerintah menilai program penangkaran benih mandiri menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian di tengah ancaman perubahan iklim. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: