PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Kesiapan KEK Samota Baru 10 Persen

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menggenjot persiapan pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Saleh, Moyo, dan Tambora (Samota)

E
Penulis Editor
Tanggal 28 Jul 2026, 14:48 WITA
 Kesiapan KEK Samota Baru 10 Persen
Dari Hiu Paus Teluk Saleh hingga keindahan Pulau Moyo! Pemkab Sumbawa terus matangkan persiapan KEK Samota.

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menggenjot persiapan pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Saleh, Moyo, dan Tambora (Samota). Meski mendapat dukungan kuat dari pemerintah pusat, kesiapan kawasan tersebut saat ini baru mencapai sekitar 10 persen. Karena, masih berada pada tahap penyusunan dokumen dasar dan inventarisasi potensi.

Asisten II Setda Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Senin (27/7) mengatakan, angka tersebut menggambarkan bahwa pemerintah daerah masih berada pada tahapan awal dalam menyiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan sebelum pengajuan KEK dilakukan.

"Kalau dihitung persentase kesiapannya, baru sekitar 10 persen. Karena saat ini kami masih melihat dan menginventarisasi seluruh potensi yang ada. Itu menjadi dasar awal dalam pengajuan KEK Samota," ujarnya.

Menurut Suharmaji, optimisme terhadap percepatan realisasi KEK Samota semakin menguat, setelah Kabupaten Sumbawa menerima kunjungan tujuh wakil menteri dan dua pejabat setingkat direktur dari pemerintah pusat. Berdasarkan hasil pemaparan dan peninjauan langsung di lapangan, ketujuh wakil menteri tersebut menyatakan komitmennya untuk mempercepat proses pengembangan KEK Samota.

Meski demikian, pemerintah pusat meminta Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera melengkapi seluruh dokumen pendukung. Hal ini sebagai syarat utama pengusulan kawasan ekonomi khusus tersebut.

Pemkab Sumbawa, lanjutnya, telah menyampaikan sedikitnya 10 keunggulan yang dimiliki kawasan Saleh, Moyo, dan Tambora. Beragam potensi tersebut diyakini mampu menjadi fondasi lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur, apabila dikembangkan secara terpadu.

"Kalau seluruh potensi itu dikelola bersama, kawasan Samota akan menjadi kawasan ekonomi baru di Indonesia Timur. Yang paling penting adalah bagaimana nantinya terjadi sirkulasi dengan KEK Mandalika dan Labuhan Bajo," katanya.

Ia menilai Samota memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Salah satunya adalah keberadaan hiu paus yang telah menjadi daya tarik wisata kelas dunia. Selain itu, kawasan tersebut juga didukung oleh potensi Pulau Moyo yang telah dikenal hingga mancanegara.

Tidak hanya sektor pariwisata, kawasan Samota juga memiliki kekuatan pada sektor perikanan, pertanian, dan peternakan yang dinilai mampu menjadi penopang utama pengembangan kawasan ekonomi khusus.

Saat ini, pemerintah daerah tengah menyusun berbagai dokumen pendukung yang dibutuhkan. Penyusunan dokumen tersebut diawali dengan inventarisasi seluruh potensi daerah. Dilanjutkan dengan penghitungan data potensi sektor perikanan, pertanian, peternakan, serta perkembangan sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan terhadap kesiapan infrastruktur transportasi, baik jalur darat, laut, maupun udara. Pemetaan ini sebagai bagian dari kelengkapan dokumen pengusulan.

"Itu dokumen yang sedang kami siapkan," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dijadwalkan mengundang Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membahas lebih lanjut berbagai dokumen yang harus dilengkapi. Termasuk juga pembahasan terkait penyusunan master plan pengembangan KEK Samota.

Pembahasan tersebut juga akan mencakup penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), skema kerja sama dengan pihak ketiga, serta berbagai aspek teknis lainnya sebelum pengajuan diproses pada tingkat yang lebih tinggi.

"Mudah-mudahan dalam minggu ini kami akan diundang oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Kepala BKPM untuk membahas dokumen-dokumen yang dibutuhkan," ujarnya.

Suharmaji menambahkan, dalam kunjungan sebelumnya, Direktur Jasa dan Kewilayahan Kementerian Investasi dan Hilirisasi telah melakukan diskusi intensif mengenai berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Seluruh dokumen yang disiapkan nantinya akan dibahas kembali pada rapat di tingkat pemerintah pusat.

Disisi lain, Samota dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi kawasan ekonomi khusus karena didukung infrastruktur jalan yang relatif memadai. Kawasan tersebut juga memiliki berbagai daya tarik unggulan, seperti Pulau Moyo yang telah mendunia, wisata hiu paus di Teluk Saleh, serta menjadi salah satu titik persinggahan Yacht Rally dalam rangkaian Sail Indonesia.

Menurutnya, tren kunjungan wisatawan ke destinasi hiu paus dan Pulau Moyo juga terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi nilai tambah yang memperkuat prospek Samota sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis pariwisata dan sektor unggulan lainnya. (Gar)



Bagikan Berita Ini: