PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Hindari Motor dan Lubang, L-300 Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Sumbawa–Bima Kilometer 47–48, tepatnya di Dusun Penyampang Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang, Senin (10/8), sekitar pukul 07.45 Wita.

E
Penulis Editor
Tanggal 12 Aug 2026, 17:25 WITA
 Hindari Motor dan Lubang, L-300 Tabrak Truk, Satu Tewas
Tampak mobil pickup dan truk yang terlibat kecelakaan di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang.

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Sumbawa–Bima Kilometer 47–48, tepatnya di Dusun Penyampang Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang, Senin (10/8), sekitar pukul 07.45 Wita. Minibus L-300 yang membawa sekitar 20 penumpang bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan. Satu penumpang tewas, sedangkan seorang lainnya mengalami patah tulang.

Kecelakaan tersebut terjadi saat kedua kendaraan sama-sama berupaya menghindari halangan di badan jalan. Kondisi itu membuat ruang gerak kedua kendaraan semakin sempit. Jarak yang sudah terlalu dekat menyebabkan benturan tidak dapat dihindari.

Kapolres Sumbawa, melalui Kapolsek Plampang, Iptu Joko Wilopo, menjelaskan, kecelakaan bermula ketika minibus L-300 warna hitam bernomor polisi DK 8449 WF melaju dari arah Sumbawa menuju Plampang.

Minibus tersebut membawa sekitar 20 orang penumpang yang hendak bekerja sebagai pencabut bawang. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan itu berpapasan dengan truk warna biru bernomor polisi E 9103 MF yang melaju dari arah Plampang menuju Sumbawa.

Menurut Joko, kecelakaan terjadi ketika kedua pengemudi berusaha menghindari halangan masing-masing. Pengemudi truk diduga menghindari lubang di badan jalan. Pada saat yang sama, pengemudi L-300 berupaya menghindari sepeda motor yang terparkir di as jalan.

“Secara bersamaan dari arah berlawanan melaju kendaraan truk warna biru. Diduga kecelakaan tak terhindarkan ketika kedua pengemudi sama-sama melakukan upaya menghindari halangan di badan jalan,” ujar Joko.

Upaya kedua pengemudi menghindari halangan justru membuat jarak kendaraan semakin rapat. Dengan kondisi jalan yang lurus, jarak yang pendek dan ruang gerak terbatas, kedua kendaraan akhirnya bersenggolan.

Bagian spion kanan truk menghantam sisi minibus L-300. Benturan tersebut kemudian mengenai bagian bodi bak truk. Kerasnya benturan menyebabkan sejumlah penumpang minibus mengalami luka.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan terhadap korban dan mengamankan lokasi kejadian. Dari kecelakaan tersebut, polisi mencatat dua korban dari pihak penumpang L-300.

Salah satu korban, A (29), perempuan asal Bima, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Sementara korban lainnya, R (74), juga warga Bima, mengalami patah tulang pada tangan kanan.

“Insiden tragis ini menimbulkan korban jiwa dan korban luka-luka dari para penumpang minibus L-300, yaitu A (29), seorang wanita asal Bima yang meninggal dunia, dan R (74), asal Bima yang mengalami patah tulang pada tangan kanan,” kata Joko.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui rangkaian kecelakaan tersebut. Dari hasil penanganan awal, petugas menduga kecelakaan turut dipengaruhi kelalaian kedua pengemudi dalam mengantisipasi kondisi lalu lintas dan keberadaan halangan di badan jalan.

Kecelakaan itu juga menjadi perhatian kepolisian karena melibatkan kendaraan yang mengangkut banyak penumpang. Polisi mengingatkan pengemudi agar tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa ketika menghadapi hambatan di jalan, terutama saat berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan.

Pihaknya mengimbau seluruh pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan selama berkendara. Pengemudi diminta menjaga konsentrasi, mempertahankan jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan memastikan kondisi jalan sebelum melakukan manuver untuk menghindari hambatan. (Gar/Hms)



Bagikan Berita Ini: