PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Hadapi Pascatambang, KSB Siapkan Insinyur Lokal

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi era pascatambang. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Pemkab KSB menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka

E
Penulis Editor
Tanggal 05 Jun 2026, 02:39 WITA
Hadapi Pascatambang, KSB Siapkan Insinyur Lokal
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Agus SPd MM

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai menyiapkan strategi jangka panjang untuk menghadapi era pascatambang. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Pemkab KSB menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Indonesia, yakni Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan UPN Veteran Yogyakarta.

Kerja sama tersebut difokuskan pada penjaringan putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di bidang keteknikan. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) lokal pada sektor industri pemurnian mineral di masa depan dapat terpenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB, Agus SPd MM, menegaskan bahwa pilihan program studi keteknikan tetap relevan meskipun daerah tersebut suatu saat memasuki masa pascatambang. Menurutnya, berakhirnya aktivitas penambangan tidak serta-merta menghentikan aktivitas industri hilirisasi yang telah berkembang.

“Tambang Batu Hijau boleh saja suatu saat cadangan mineralnya habis, tetapi smelter dan industri pemurnian tidak serta-merta berhenti. Bahan baku nantinya dapat berasal dari berbagai daerah di Indonesia sehingga kegiatan industri tetap berjalan,” ujar Agus, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan, keberadaan industri pengolahan dan pemurnian mineral masih akan membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi teknik yang memadai. Karena itu, pemerintah daerah memandang penting untuk menyiapkan SDM lokal sejak dini agar mampu bersaing dan mengisi berbagai posisi strategis.

Pemkab KSB memproyeksikan dalam kurun waktu sekitar 10 tahun ke depan, lulusan program tersebut telah memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk menduduki posisi manajerial tingkat menengah (middle level) pada sektor industri terkait.

Pemilihan ketiga PTN tersebut juga didasarkan pada reputasi akademik serta tingkat kepercayaan dunia industri terhadap kualitas lulusannya, termasuk oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN).

Selama ini, pelajar asal Sumbawa Barat dinilai menghadapi tantangan besar untuk dapat diterima melalui jalur reguler pada PTN klaster atas, terutama pada program studi keteknikan yang memiliki tingkat persaingan sangat ketat. Melalui pola kemitraan ini, pemerintah daerah membuka jalur khusus yang memberikan peluang lebih besar bagi siswa daerah untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas.

Dalam skema tersebut, peserta tidak bersaing dengan seluruh pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, melainkan hanya dengan peserta yang berasal dari instansi atau daerah mitra perguruan tinggi. Kendati demikian, standar akademik tetap diberlakukan secara ketat.

“Walaupun ada jalur kemitraan, kampus tetap menerapkan passing grade dan standar kualitas yang tinggi. Kami ingin mahasiswa tidak hanya diterima, tetapi juga mampu menyelesaikan studi dengan kompetensi yang baik,” katanya.

Terkait pembiayaan, Agus menjelaskan bahwa pemerintah daerah memfokuskan bantuan pada pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau biaya pendidikan. Sementara kebutuhan biaya hidup mahasiswa selama menempuh pendidikan menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

“Beasiswa yang diberikan difokuskan untuk biaya UKT atau SPP. Untuk biaya hidup tidak ditanggung pemerintah daerah. Peran kami adalah membuka akses dan memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Minat masyarakat terhadap program tersebut terbilang cukup tinggi. Hingga saat ini tercatat hampir 40 pendaftar yang tersebar di tiga perguruan tinggi mitra tersebut.

Pemerintah daerah juga mengingatkan calon peserta untuk memperhatikan jadwal pendaftaran. Saat ini, pendaftaran melalui jalur kemitraan masih dibuka di Universitas Airlangga hingga 21 Juni. Sementara pendaftaran di UPN Veteran Yogyakarta telah ditutup pada 2 Juni dan ITS Surabaya berakhir pada 3 Juni.

Selain program beasiswa kemitraan bidang keteknikan, Pemkab KSB tetap menyediakan jalur beasiswa umum bagi mahasiswa berprestasi yang menempuh pendidikan pada program studi nonteknik. Seleksi penerima beasiswa tersebut akan mempertimbangkan capaian akademik, termasuk Indeks Prestasi (IP) mahasiswa selama menjalani perkuliahan. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: