PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Dua Dekade Al-Hikmah Meneguhkan Peran Pesantren

Pondok Modern Al-Hikmah Utan, menandai perjalanan dua dekade pengabdiannya melalui Tasyakuran dan Milad ke-20 yang berlangsung khidmat, akhir pekan lalu

E
Penulis Editor
Tanggal 28 Jul 2026, 14:56 WITA
 Dua Dekade Al-Hikmah Meneguhkan Peran Pesantren
Dari kubangan kerbau hingga mencetak ribuan santri berprestasi! Pondok Modern Al-Hikmah Utan menggelar Tasyakuran Milad ke-20 dengan penuh khidmat.

Utan, GaungNUSRA 

Pondok Modern Al-Hikmah Utan, menandai perjalanan dua dekade pengabdiannya melalui Tasyakuran dan Milad ke-20 yang berlangsung khidmat, akhir pekan lalu. Mengusung tema "Dua Dekade Mengabdi, Membangun Peradaban dan Mengokohkan Pijakan Menuju 20 Tahun Kedua", peringatan tersebut menjadi momentum refleksi atas kiprah pesantren dalam membangun pendidikan, membina akhlak, sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Perayaan dihadiri Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, H Fahri Hamzah SE, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, jajaran TNI-Polri, Camat Utan, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sumbawa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan penayangan film dokumenter yang mengisahkan perjalanan Pondok Modern Al-Hikmah sejak awal berdiri hingga berkembang menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam modern di Kabupaten Sumbawa.

Pimpinan Pondok Modern Al-Hikmah, KH Syihabuddin Muhammad, mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga yang dipimpinnya. Ia mengenang gagasan mendirikan pesantren yang justru lahir ketika berada di perantauan, tepatnya di Riyadh dan Masjidil Haram, Arab Saudi, bersama sejumlah putra daerah asal Sumbawa.

Menurutnya, lokasi yang kini menjadi kompleks pendidikan Al-Hikmah dahulu merupakan lahan wakaf milik Hajjah Hawa yang masih berupa kubangan kerbau. Berbekal semangat dan keikhlasan para pewakaf serta dukungan masyarakat, lahan tersebut kemudian disulap menjadi pusat pendidikan Islam yang terus berkembang.

"Tempat ini dahulu hanyalah kubangan kerbau. Berkat wakaf Hajjah Hawa dan kerja keras banyak pihak, kini menjadi tempat ribuan santri menimba ilmu," ujarnya.

Syihabuddin menjelaskan, Al-Hikmah kini membina berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ), Madrasah Diniyah, SMP hingga Madrasah Aliyah dengan sistem pendidikan pesantren modern. Selama 20 tahun berdiri, tercatat sebanyak 1.999 santri pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut. Saat ini, jumlah santri tingkat SMP mencapai sekitar 400 orang.

Ia menambahkan, para alumni telah melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri, di antaranya UIN Mataram, LIPIA Jakarta, Universitas Pamulang, Universitas Samawa, Universitas Cordova, hingga Universitas Al-Azhar, Mesir.

Peringatan Milad ke-20 juga diisi berbagai kegiatan, seperti Festival Anak Saleh yang diikuti 220 peserta dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumbawa, Pekan Olahraga Santri, diskusi panel tentang masa depan pesantren, serta pengukuhan Forum Kerja Sama Pondok Pesantren.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah memberikan apresiasi terhadap konsistensi Pondok Modern Al-Hikmah dalam membangun pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan pemberdayaan masyarakat.

Fahri mengatakan, pesantren memiliki posisi strategis di tengah perubahan zaman yang ditandai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, kemajuan teknologi memang mampu menggantikan banyak fungsi manusia, tetapi tidak dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan yang tumbuh melalui pendidikan karakter.

"Mesin dan AI bisa menjawab banyak hal berdasarkan data. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah dapat digantikan, yaitu hati manusia," katanya.

Karena itu, ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Selain membangun kecerdasan intelektual, pesantren juga dituntut menanamkan keberanian berpikir, daya imajinasi, kesehatan fisik, serta kekuatan spiritual kepada para santri.

Fahri menilai usia 20 tahun Pondok Modern Al-Hikmah menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, masa depan peradaban tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia mempertahankan nilai-nilai moral, fitrah, dan agama sebagai fondasi kehidupan. (Gam) 

Bagikan Berita Ini: