Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, terus memperkuat pengembangan kawasan transmigrasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelatihan vokasi, dan perluasan akses kerja bagi masyarakat produktif.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr H Aidy Furqan SPd MPd, saat melakukan kunjungan kerja sekaligus penandatanganan serah terima hibah aset pembangunan toilet dan rehabilitasi sekolah di kawasan transmigrasi Desa Tongo Kecamatan Sekongkang KSB, belum lama ini.
Dalam kesempatan tersebut, Aidy menegaskan, bahwa kawasan transmigrasi harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan wilayah yang terintegrasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan kawasan transmigrasi saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi.
“Pengembangan kawasan transmigrasi harus menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Disnakertrans NTB saat ini memiliki tanggung jawab yang lebih luas, tidak hanya menangani persoalan ketenagakerjaan dalam negeri. Tetapi juga menangani perlindungan pekerja migran Indonesia, serta pengembangan kawasan transmigrasi.
Karena itu, kata Aidy, diperlukan inovasi program, konektivitas kebijakan, serta kolaborasi lintas sektor, agar seluruh potensi yang dimiliki kawasan transmigrasi dapat berkembang secara optimal.
“Karena itu dibutuhkan inovasi, konektivitas program, dan kolaborasi agar seluruh potensi ini berjalan optimal,” katanya.
Melalui Program Desa Berdaya berbasis ketenagakerjaan dan transmigrasi, Pemerintah Provinsi NTB mendorong intervensi pembangunan di desa-desa prioritas, termasuk desa miskin ekstrem dan kawasan transmigrasi.
Program tersebut juga diarahkan untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat usia produktif melalui skema zero cost placement atau penempatan kerja tanpa biaya.
Selain memperluas kesempatan kerja, Disnakertrans NTB juga menghadirkan berbagai pelatihan vokasi berbasis kebutuhan daerah melalui Mobile Training Unit (MTU). Pelatihan tersebut mencakup bidang multimedia, desain grafis, keterampilan sektor pariwisata, hingga industri kreatif yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan di daerah.
Menurut Aidy, pelatihan berbasis kebutuhan lokal menjadi salah satu langkah strategis dalam menciptakan tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan industri.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat ekonomi desa,” pungkasnya. (Gad/Hms)