PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Disnakertrans Dorong Transmigran Jadi Wirausaha

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat mendorong masyarakat di kawasan transmigrasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan yang adaptif sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru

E
Penulis Editor
Tanggal 22 Jul 2026, 19:24 WITA
 Disnakertrans Dorong Transmigran Jadi Wirausaha
Ciptakan Peluang Kerja Baru, Disnakertrans NTB Perkuat Jiwa Entrepreneurship Warga Transmigrasi

Mataram, GaungNUSRA 

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Nusa Tenggara Barat mendorong masyarakat di kawasan transmigrasi untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan yang adaptif sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menciptakan peluang ekonomi di tengah perubahan dunia kerja.

Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan, mengatakan pembangunan kawasan transmigrasi saat ini tidak lagi cukup hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama agar masyarakat mampu memanfaatkan potensi ekonomi yang ada.

"Membangun kawasan transmigrasi hari ini tidak cukup hanya dengan menghadirkan infrastruktur. Yang lebih penting adalah menyiapkan masyarakat agar mampu membaca peluang usaha, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja di tengah perubahan zaman," kata Aidy di Kawasan Transmigrasi Selaparang, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan, perubahan yang terjadi di dunia kerja menuntut masyarakat memiliki kemampuan yang lebih luas dibandingkan sebelumnya. Jika selama ini orientasi pembinaan lebih banyak diarahkan untuk mencetak tenaga kerja, kini masyarakat juga harus dibekali kemampuan membangun usaha yang berkelanjutan.

Menurut Aidy, kewirausahaan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Oleh sebab itu, warga transmigrasi didorong memiliki keberanian berinovasi, memanfaatkan teknologi, serta mampu membaca kebutuhan pasar.

"Sekarang kita tidak hanya dituntut menyiapkan sumber daya manusia yang siap bekerja, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja. Karena itu, masyarakat harus memiliki jiwa kewirausahaan, berani berinovasi, dan mampu mengikuti perubahan zaman," ujarnya.

Aidy menambahkan, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat, mulai dari cara berbelanja hingga memilih produk. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dipandang sebagai peluang untuk mengembangkan usaha yang lebih kompetitif.

Ia mencontohkan berbagai produk lokal, seperti kopi maupun makanan tradisional, memiliki potensi ekonomi yang lebih besar apabila dikemas secara menarik, dipasarkan secara kreatif, dan disesuaikan dengan selera konsumen.

"Perubahan itu tidak bisa kita hindari. Karena itu kita juga harus berubah lebih cepat. Produk yang sama bisa memiliki nilai jual berbeda ketika dikembangkan dengan kreativitas dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar," katanya.

Selain meningkatkan kualitas produk, Aidy juga mendorong masyarakat menciptakan produk unggulan yang memiliki identitas lokal. Menurutnya, keunikan produk menjadi salah satu faktor penting agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif, baik di tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans NTB, Nina Triana, mengatakan kegiatan bimbingan teknis yang diberikan kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya pengembangan Kawasan Transmigrasi Selaparang sekaligus mendukung program desa berdaya.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali kemampuan mengenali potensi usaha di wilayahnya, menyusun strategi bisnis, hingga mengembangkan produk lokal yang memiliki daya saing.

"Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengenali potensi usaha, menyusun strategi bisnis, serta mengembangkan produk lokal yang memiliki daya saing," kata Nina.

Disnakertrans NTB berharap penguatan kapasitas masyarakat melalui pengembangan kewirausahaan dapat mempercepat tumbuhnya usaha-usaha baru di kawasan transmigrasi. Dengan demikian, kawasan transmigrasi tidak hanya berkembang sebagai wilayah permukiman, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Ant) 

Bagikan Berita Ini: