Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Arus modernisasi yang semakin kuat, tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Melalui berbagai program yang menyasar kalangan pelajar hingga masyarakat desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa Barat terus menggencarkan upaya pelestarian budaya lokal, agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga identitas daerah di tengah derasnya perkembangan teknologi dan pengaruh budaya global yang kian mudah diakses oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Muhammad Ikhsan, mengatakan pihaknya terus mengembangkan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap sejarah dan kearifan lokal sejak usia dini.
Salah satu program yang baru saja sukses dilaksanakan adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC) Sejarah tingkat SMP. Kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat wawasan sejarah lokal maupun nasional di kalangan pelajar sehingga nilai-nilai kesejarahan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah daerah dan bangsa. Generasi muda harus mengenal akar sejarahnya agar memiliki identitas yang kuat,” ujar Ikhsan, Jumat (5/6).
Selain penguatan literasi sejarah, Dikbud KSB juga tengah menjalankan Program Seniman Masuk Desa yang melibatkan 18 pelatih inti. Para pelatih tersebut ditempatkan di tiga desa dan satu kelurahan untuk memberikan pelatihan seni kepada generasi muda.
Program tersebut difokuskan pada pengembangan berbagai cabang seni tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat. Materi yang diberikan meliputi pelatihan alat musik tradisional Sumbawa, seni tari daerah, hingga seni selawat rebana.
Menurut Ikhsan, para pelatih saat ini sedang menjalankan proses pembinaan yang berlangsung dalam delapan kali pertemuan di masing-masing lokasi.
“Mereka melatih dan mendidik generasi muda di desa-desa agar mampu mengenal, memahami, dan melestarikan seni budaya yang diwariskan oleh para leluhur,” katanya.
Upaya pelestarian budaya itu akan semakin diperkuat melalui pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) yang dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juni mendatang. Kegiatan tersebut akan melibatkan siswa tingkat SD dan SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa Barat.
PKD dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus edukasi budaya yang memadukan olahraga tradisional dan seni budaya daerah. Pada bidang olahraga tradisional, peserta akan berkompetisi dalam permainan terompah dan egrang yang merupakan bagian dari permainan rakyat yang mulai jarang dimainkan.
Sementara pada bidang seni budaya, peserta akan mengikuti berbagai perlombaan seperti sakeco, ngumang, melangko, hingga lomba bercerita yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal.
“Pekan Kebudayaan Daerah akan berlangsung selama satu minggu penuh dengan memadukan unsur olahraga tradisional dan kesenian lokal bagi siswa SD dan SMP,” jelas Ikhsan.
Tak hanya itu, Dikbud KSB juga telah menjadwalkan kegiatan Sosialisasi Benda Purbakala dan Kesejarahan pada 6 Juli mendatang. Kegiatan tersebut akan melibatkan 54 peserta yang berasal dari seluruh SMP dan MTs sederajat di Kabupaten Sumbawa Barat.
Setiap sekolah akan mengirimkan satu guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan dua orang siswa sebagai peserta. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga situs sejarah dan benda-benda cagar budaya sebagai bagian dari identitas daerah.
Di sisi lain, Dikbud KSB saat ini juga tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), sebuah agenda tahunan yang bertujuan melestarikan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Festival tersebut akan melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten. Para juara di tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Sumbawa Barat pada ajang FTBI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diselenggarakan Balai Bahasa sekitar Oktober mendatang.
Menurut Ikhsan, pelestarian bahasa daerah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan budaya. Sebab, bahasa merupakan identitas sekaligus media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.
Melalui berbagai program yang dijalankan secara berkelanjutan tersebut, Dikbud KSB berharap kearifan lokal, adat istiadat, kesenian tradisional, serta bahasa ibu masyarakat Sumbawa Barat tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
“Harapannya, generasi muda tidak hanya mengenal budaya daerahnya, tetapi juga mampu menjadi pelaku dan duta budaya yang memperkenalkan kekayaan budaya Sumbawa Barat kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya. (Gbw)