PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Diduga Depresi, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumah Orang Tuanya

Warga Dusun Kramat, Desa Tarusa, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial AM (35) yang ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumah orang tuanya

E
Penulis Editor
Tanggal 08 Apr 2026, 16:46 WITA
Diduga Depresi, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Tergantung di Rumah Orang Tuanya
Suasana sekitaran TKP di Kecamatan Buer. (Foto: Istimewa)

Buer, GaungNUSRA Online
Warga Dusun Kramat, Desa Tarusa, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria berinisial AM (35) yang ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumah orang tuanya, Rabu (8/4) sekitar pukul 12.30 Wita.

Kapolres Sumbawa melalui Kasi Humas, Ipda Mulyawansyah SH, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian.

"Benar, personel Polsek Buer sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Saat ini jenazah sudah ditangani dan diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Ipda Mulyawansyah saat dikonfirmasi oleh GaungNUSRA.

Kapolsek Buer, Iptu Totok Arisuwondo SH menjelaskan bahwa penemuan mayat ini bermula dari kecurigaan ayah korban, Kamaruddin (56). Ayah korban merasa khawatir karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat keluar rumah dan belakangan ini sering menunjukkan perilaku tidak stabil.

"Sekitar pukul 12.20 Wita, ayah korban mengajak saksi lain untuk mengecek ke dalam rumah karena merasa takut jika korban mengamuk. Namun, saat masuk ke dalam rumah usai salat Zuhur, mereka menemukan korban sudah tergantung di kayu plafon menggunakan tali nilon warna biru," jelas Iptu Totok.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Puskesmas Alas, terungkap bahwa korban sempat melakukan pemeriksaan medis terkait kondisi kejiwaannya pada Sabtu lalu.

"Korban diduga sudah meninggal dunia sekitar 2 hingga 3 hari sebelum ditemukan. Dari catatan medis yang kami terima, korban memang sempat berobat terkait gangguan kejiwaan beberapa hari sebelumnya," tambah Iptu Totok Arisuwondo.

Pihak keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kematian AM dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah. Keluarga juga secara resmi menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

"Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan penolakan otopsi. Jenazah telah kami serahkan kembali kepada keluarga untuk proses pemakaman," pungkas Kapolsek Buer.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian di Desa Tarusa terpantau aman dan kondusif. (Gal)

Bagikan Berita Ini: