Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa Barat mempercepat pembangunan jaringan fiber optik di Desa Kelanir Kecamatan Seteluk, sebagai upaya mengatasi gangguan dan lemahnya akses internet yang telah dialami warga sejak akhir 2024. Proyek ini menjadi langkah prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan layanan komunikasi digital masyarakat melalui penguatan infrastruktur telekomunikasi berbasis kabel optik.
Kepala Diskominfo KSB, Dedy Damhudy M Khatim SP MSi, mengatakan pengerjaan di lapangan saat ini terus berjalan, terutama pada tahap penyediaan dan pemasangan tiang penyangga fiber optik sepanjang 3,9 kilometer yang menghubungkan Desa Meraran dan Desa Kelanir. Menurutnya, kehadiran jaringan internet yang stabil sangat dibutuhkan masyarakat untuk mendukung aktivitas pendidikan, layanan publik, hingga kegiatan ekonomi berbasis digital.
"Khusus untuk Kelanir, insyaallah awal bulan ini dalam tahap penyelesaian masalah jaringan yang lemah, masih menunggu rampung tiang FO," ujarnya, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, pihak operator seluler telah menetapkan penggunaan kabel fiber optik sebagai solusi utama karena dinilai lebih stabil dan memiliki kapasitas layanan yang lebih baik dibandingkan penggunaan penguat sinyal. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah berperan dalam penyediaan infrastruktur pendukung berupa tiang penyangga sebagai bagian dari percepatan pembangunan jaringan tersebut.
"Solusinya pakai kabel FO dan kita diminta menyediakan tiang saja sebagai penunjang pemasangan kabel," kata Dedy.
Sebelumnya, Diskominfo KSB sempat merencanakan pemasangan perangkat penguat sinyal atau repeater dengan memanfaatkan menara milik BAKTI Kominfo. Namun rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan karena status aset menara yang bukan milik operator serta keterbatasan jangkauan layanan yang dinilai kurang efektif untuk menjangkau seluruh wilayah desa.
"Awalnya kita ingin menempatkan repeater dengan memanfaatkan tower BAKTI itu, tapi alasannya tower tersebut bukan aset mereka," jelasnya.
Perangkat penguat sinyal yang semula direncanakan untuk Kelanir kemudian dialihkan ke wilayah lain yang juga membutuhkan peningkatan layanan telekomunikasi, yakni Desa Seminar Salit di Kecamatan Brang Rea. Sementara itu, pembangunan jaringan fiber optik dinilai sebagai solusi jangka panjang karena mampu memberikan kualitas koneksi yang lebih stabil, cepat, dan merata.
Gangguan jaringan di Desa Kelanir diketahui telah berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pelajar yang membutuhkan akses internet untuk pembelajaran daring dan pencarian informasi. Kondisi tersebut semakin berat setelah berhentinya operasional menara BAKTI akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Melalui percepatan pembangunan jaringan fiber optik ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat berharap kebutuhan dasar masyarakat terhadap akses komunikasi digital dapat segera terpenuhi. Pemda juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelesaian proyek hingga tuntas sebagai bagian dari pemerataan infrastruktur digital di seluruh wilayah. (Gbw)