SUMBAWA BESAR, GaungNUSRA
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, membuka Festival Rakyat Balap Ojek Gabah (Jaba) di Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Sabtu (10/10). Festival yang diinisiasi pemuda Paroso tersebut menjadi ajang kreativitas masyarakat dalam mengangkat tradisi baru di sektor pertanian.
Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, camat, kepala desa, serta ratusan pencinta ojek gabah.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengapresiasi konsistensi panitia dalam menyelenggarakan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan itu terus berkembang dan mulai dikenal di sejumlah kecamatan lain.
Ia menilai, festival balap ojek gabah merupakan bagian dari perkembangan tradisi pertanian masyarakat Sumbawa, mulai dari karapan kerbau hingga pemanfaatan kendaraan bermotor untuk mengangkut hasil panen.
“Dulu kerbau menjadi tulang punggung pertanian, tetapi sekarang sudah digantikan traktor atau kerbau Jepang. Kini, mengangkut padi menggunakan ojek gabah juga luar biasa, baik di lumpur maupun di pematang,” ujarnya.
Menurut Jarot, ojek gabah membantu petani mengangkut hasil panen dengan lebih cepat, mudah, dan efisien, terutama di medan persawahan yang sulit dijangkau kendaraan biasa.
Selain memperkenalkan pemanfaatan ojek gabah, festival tersebut juga menguji ketangkasan pengemudi dalam bermanuver di lintasan berlumpur sambil membawa beban gabah. Perpaduan unsur keterampilan, tradisi, dan hiburan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Bupati berharap festival tersebut terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Sumbawa. Ia bahkan membuka peluang penyelenggaraan festival serupa dalam skala lebih besar apabila kegiatan tersebut turut berkembang di kecamatan lain, seperti Plampang, Labangka, dan Maronge.
“Insya Allah, tahun depan kita buat lebih besar lagi. Selamat kepada seluruh panitia,” ungkapnya.
Bupati kemudian secara resmi membuka festival yang dilanjutkan dengan pelepasan para peserta balap ojek gabah.
Melalui kegiatan ini, Festival Jaba diharapkan menjadi ruang kreativitas pemuda sekaligus memperkenalkan dinamika kehidupan pertanian masyarakat Sumbawa melalui tradisi yang berkembang di tengah perubahan zaman. (Gac/Hms)