Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Peluang bekerja di Jepang semakin terbuka bagi generasi muda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sebanyak 238 orang telah mendaftar dalam Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia ke Jepang (PRIMA). Program ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara. Dari total pendaftar tersebut, sebanyak 179 peserta bersama orang tua atau wali mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Rapat Gili Paserang, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa Barat, Selasa (4/8) lalu.
Program PRIMA dirancang untuk menyiapkan calon pekerja migran Indonesia secara menyeluruh, mulai dari tahap pra-penempatan, masa bekerja di Jepang, hingga pendampingan setelah kembali ke daerah asal. Melalui program ini, peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga pembinaan karakter, disiplin, serta kesiapan menghadapi dunia kerja internasional. Dari peserta yang mengikuti sosialisasi, sebanyak 50 orang akan diseleksi untuk mengikuti pembinaan intensif selama satu bulan melalui pembelajaran daring. Selama proses tersebut, peserta akan dievaluasi berdasarkan kedisiplinan, sikap, kemampuan, dan kesiapan kerja sebagai dasar penentuan kelulusan.
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah mengatakan pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat. Menurutnya, peluang kerja tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi juga harus diarahkan pada pasar kerja global yang membutuhkan tenaga kerja kompeten. Melalui program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa, pemerintah daerah mendorong penguatan klaster industrialisasi ketenagakerjaan agar generasi muda KSB memiliki keterampilan yang mampu bersaing di tingkat internasional. Program PRIMA menjadi salah satu langkah strategis untuk membuka peluang tersebut. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat menanggung seluruh biaya pelatihan bagi 50 peserta yang lolos seleksi.
Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi akses pembiayaan penempatan melalui Bank Daerah tanpa agunan dan tanpa beban bunga bagi peserta, karena bunga pinjaman akan ditanggung pemerintah daerah. Bupati berharap, kesempatan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta.
Ia juga mengungkapkan pemerintah daerah tengah mengupayakan penambahan kuota penempatan tenaga kerja ke Jepang mengingat kebutuhan tenaga kerja di negara tersebut masih cukup besar. "Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Kami berharap semakin banyak anak muda Sumbawa Barat yang mampu bekerja di Jepang dan memperoleh pengalaman serta keterampilan yang bermanfaat," ujarnya. Ia menambahkan, pengalaman kerja di luar negeri diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan peserta dan keluarganya, tetapi juga menjadi bekal untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah setelah kembali ke Sumbawa Barat. (Gad/Hms)