Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Kasus pembegalan di Kabupaten Sumbawa menjadi perhatian masyarakat menyusul kembali terjadinya aksi yang menyebabkan seorang ibu mengalami luka di sekujur tubuh.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari advokat muda Sumbawa, Muhammad Isnaini SH. Ia meminta jajaran kepolisian meningkatkan patroli, khususnya di sejumlah lokasi yang dinilai rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan.
Menurut Ismu, sapaan akrabnya, maraknya kasus begal perlu diantisipasi dengan memperkuat pengawasan dan kehadiran aparat di lapangan.
Dia berpendapat bahwa maraknya kasus begal di Sumbawa disebabkan oleh minimnya pengawasan di sejumlah lokasi
“Mereka seperti mengetahui titik buta pengawasan di Kabupaten Sumbawa,” ujar Ismu pada Kamis (8/10).
Ia mengatakan, sejumlah lokasi yang menjadi tempat beroperasinya pelaku umumnya berada di kawasan yang minim penerangan atau relatif sepi.
“Saya melihat lokasi mereka beroperasi di seputaran kawasan remang-remang,” ungkapnya.
Karena itu, Ismu mendorong kepolisian lebih menggencarkan patroli di daerah yang dianggap rawan. Menurutnya, patroli dapat dilakukan secara terbuka menggunakan kendaraan dinas maupun secara tertutup dengan anggota berpakaian sipil.
Selain kepolisian, Ismu juga meminta adanya koordinasi dengan unsur TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memperkuat pengawasan dan menjaga ketertiban umum di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Di sisi lain, Isnaini juga menyampaikan pandangan keras terkait penanganan pelaku begal. Ia meminta Kapolres Sumbawa memberikan perhatian khusus terhadap penindakan pelaku kejahatan jalanan yang dinilai telah meresahkan masyarakat.
“Tidak usah kasih ampun itu barang, biar geng dan komplotannya tidak berani lagi berbuat demikian" ,” tegasnya.
Ia berharap peningkatan patroli dan koordinasi antarinstansi dapat mempersempit ruang gerak pelaku sehingga masyarakat merasa lebih aman saat beraktivitas, terutama pada malam hari. (Gam)