PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Baznas Perkuat Sinergi Pengumpulan ZIS di Moyo Hulu

Baznas Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

E
Penulis Editor
Tanggal 15 Jul 2026, 12:06 WITA
Baznas Perkuat Sinergi Pengumpulan ZIS di Moyo Hulu
Silaturahmi bersama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) se-Kecamatan Moyo Hulu yang digelar di Aula Kantor Desa Batu Tering

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online 

Baznas Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Upaya tersebut diwujudkan melalui silaturahmi bersama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) se-Kecamatan Moyo Hulu yang digelar di Aula Kantor Desa Batu Tering, Selasa (14/7).

Kegiatan itu dihadiri Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat SAg MMInov, Wakil Ketua I, Dr M Ihsan Safitri MSi, Sekretaris Baznas, Dr Supriyadi SHI MHI, Ketua FKKD Kecamatan Moyo Hulu yang juga Kepala Desa Batu Tering, Alwan Hidayat SPdI, serta para kepala desa se-Kecamatan Moyo Hulu.

Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk memperkuat kolaborasi antara Baznas dan pemerintah desa dalam membangun tata kelola zakat yang lebih efektif. Berbagai agenda dibahas, mulai dari percepatan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di desa dan masjid, peningkatan sosialisasi zakat kepada masyarakat, hingga strategi mengoptimalkan potensi penghimpunan ZIS di wilayah Kecamatan Moyo Hulu.

Ketua FKKD Kecamatan Moyo Hulu, Alwan Hidayat, mengapresiasi langkah Baznas Kabupaten Sumbawa yang terus membangun komunikasi dengan pemerintah desa. Menurutnya, desa memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.

"Forum seperti ini sangat penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kerja sama. Kami siap mendukung program Baznas, termasuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat di setiap kantor desa maupun masjid agar potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dihimpun secara optimal dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya," ujar Alwan.

Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, mengatakan penguatan sinergi dengan pemerintah desa merupakan langkah strategis untuk meningkatkan penghimpunan ZIS di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, desa merupakan ujung tombak pembangunan yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga kolaborasi yang kuat akan memperluas jangkauan gerakan zakat.

"Kami meyakini, ketika pemerintah desa bergerak bersama Baznas, potensi zakat akan semakin besar. Dana yang dihimpun akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan para mustahik," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Sumbawa, Dr M Ihsan Safitri, memperkenalkan semangat "Salempo Ponyan" sebagai filosofi penghimpunan seluruh potensi zakat secara maksimal. Menurutnya, istilah lokal Sumbawa tersebut menggambarkan pentingnya memanfaatkan setiap potensi yang ada tanpa ada yang terlewat.

"Salempo Ponyan berarti menghimpun seluruh potensi secara maksimal. Jika seluruh kantor desa memiliki UPZ, seluruh masjid aktif menghimpun ZIS, dan masyarakat memahami pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi, maka penghimpunan zakat di Kabupaten Sumbawa akan meningkat signifikan dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya.

Sekretaris Baznas Kabupaten Sumbawa, Dr Supriyadi, menambahkan bahwa forum tersebut menghasilkan kesepahaman untuk mempercepat pembentukan UPZ di seluruh kantor desa dan masjid di Kecamatan Moyo Hulu. Selain itu, disepakati pula peningkatan sosialisasi zakat melalui pemerintah desa, tokoh agama, majelis taklim, khatib Jumat, dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

"Diskusi hari ini sangat produktif. Banyak gagasan konstruktif yang muncul, terutama mengenai pembentukan UPZ di setiap desa dan masjid serta peningkatan sosialisasi zakat kepada masyarakat. Kami optimistis, dengan dukungan para kepala desa, potensi zakat di Kecamatan Moyo Hulu dapat dihimpun lebih optimal untuk mendukung program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi umat," kata Supriyadi.

Silaturahmi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu ditutup dengan komitmen bersama antara Baznas dan pemerintah desa untuk memperkuat koordinasi dalam pengelolaan zakat. Para kepala desa menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Baznas dalam mengembangkan budaya zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesejahteraan umat. (Gam)

Bagikan Berita Ini: