Lape, GaungNUSRA Online
Seorang petani berinisial MA (50), warga Dusun Lape Atas Desa Lape Kecamatan Lape, ditemukan meninggal dunia di saluran irigasi di Jalan Tani Orong Sekoeng Dusun Batu Praga, Senin (13/7) sekitar pukul 12.30 Wita. Korban diduga mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di jalan tani tersebut.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga berinisial S (47), yang hendak pulang dari sawah. Saat melintas di lokasi, saksi merasa curiga setelah melihat tangki alat semprot dan knalpot sepeda motor berada di dalam saluran irigasi. Rasa penasaran mendorong saksi mendekati lokasi hingga akhirnya menemukan sepeda motor bersama tubuh korban dalam posisi tergeletak di dalam selokan.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Setelah dilakukan pengecekan, korban dipastikan telah meninggal dunia. Warga kemudian menghubungi keluarga korban dan melaporkan temuan itu ke Polsek Lape.
Menerima laporan tersebut, Kapolsek Lape, Iptu Sumarlin SH, bersama personel kepolisian dan tim medis dari Puskesmas Unit I Lape langsung menuju lokasi. Hal ini dilakukan, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan awal, serta visum luar terhadap jenazah korban.
Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban, berupa lecet di bagian punggung kiri, paha kiri bagian dalam, lutut kiri, serta memar pada lutut kanan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim medis memperkirakan korban meninggal dunia kurang dari empat jam sebelum dilakukan visum.
Usai olah TKP, jenazah dievakuasi ke Puskesmas Unit I Lape untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sekitar pukul 14.15 Wita, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Lape, Iptu Sumarlin, Selasa (14/7), mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan kecelakaan tunggal. Korban diduga kehilangan kendali saat melintasi jalan tani hingga terjatuh bersama sepeda motornya ke dalam saluran irigasi.
"Kami telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari olah TKP, pengumpulan keterangan, hingga visum luar. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti meninggalnya korban," ujar Sumarlin.
Ia memastikan penanganan kasus tersebut masih berlangsung meski dugaan awal mengarah pada kecelakaan tunggal. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait. Guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Gar/Hms)