Lenangguar, GaungNUSRA Online
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi kebakaran di RT 002/RW 002, Dusun Lenangguar A Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar, Senin (15/6).
Dalam kunjungan itu, Wabup didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Lenangguar, serta Kepala Desa Lenangguar. Selain meninjau kondisi lokasi, rombongan juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran.
Wabup mengatakan, kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan pada musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik yang disebabkan oleh faktor alam maupun kelalaian manusia. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
“Kalau melihat kondisi saat ini, masyarakat harus selalu siaga menghadapi musim kemarau. Kami cukup sering mengunjungi lokasi-lokasi yang mengalami kebakaran. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya melakukan langkah antisipatif melalui edukasi kepada masyarakat. Peran pemerintah desa dan kepala dusun dinilai sangat penting dalam menyampaikan informasi terkait pencegahan kebakaran kepada warga.
Menurutnya, edukasi tersebut mencakup pemeriksaan instalasi listrik di rumah, penggunaan peralatan elektronik secara aman, serta memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran saat rumah ditinggalkan.
“Saya minta kepada kepala desa dan kepala dusun untuk terus mengingatkan masyarakat. Musibah kebakaran sering kali datang tanpa diduga. Sebelum keluar rumah, pastikan semua yang berpotensi menimbulkan kebakaran sudah dicek. Dengan cuaca panas seperti sekarang, masyarakat harus lebih siaga dan waspada,” tegasnya.
Terkait penyebab kebakaran yang kerap terjadi, Wabup menyebut arus pendek listrik masih menjadi salah satu faktor dominan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Kalau penyebabnya arus pendek listrik, maka instalasi kabel harus diperiksa secara rutin. Namun jika ada faktor lain, masyarakat juga harus tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang dapat memicu kebakaran,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup juga memastikan kehadiran pemerintah daerah dalam membantu warga yang tertimpa musibah. Sejumlah OPD teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban.
Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terlibat dalam penanganan pascakebakaran. Bantuan logistik darurat telah disalurkan kepada korban, sementara Dinas PRKP tengah menyiapkan dukungan anggaran untuk membantu perbaikan rumah warga yang terdampak.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah daerah hadir bersama tim lengkap untuk membantu masyarakat. Dinas PRKP akan mengalokasikan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku sehingga rumah warga yang terdampak dapat dibangun kembali dan masyarakat bisa terbantu melalui program pemerintah daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran atau kondisi instalasi listrik yang membahayakan. Langkah cepat dan kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kebakaran selama musim kemarau berlangsung. (Gac/Hms)